Bendungan Meninting dan Rukoh Siap Dukung Swasembada Pangan

3 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat dan Bendungan Rukoh di Aceh resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden Prabowo Subianto bersama tiga bendungan lainnya, Jumat (10/7/2026). Kedua bendungan tersebut diharapkan meningkatkan layanan irigasi, memperkuat ketahanan air, sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, lima bendungan yang diresmikan merupakan investasi strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan air, pangan, dan energi.

“Lima bendungan yang diresmikan hari ini adalah investasi negara yang dapat meningkatkan ekonomi Indonesia, terutama dalam mewujudkan ketahanan air, pangan, dan energi,” ujar Presiden.

Selain Bendungan Meninting dan Bendungan Rukoh, Presiden juga meresmikan Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, Bali, serta Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Peresmian dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, bendungan memiliki fungsi strategis sebagai infrastruktur multifungsi yang mendukung ketahanan pangan, penyediaan air baku, pengendalian banjir, hingga pengembangan energi baru terbarukan.

“Bendungan merupakan infrastruktur multifungsi yang dibangun untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain memperkuat layanan irigasi sebagai penopang swasembada pangan, bendungan juga menyediakan air baku, mendukung pengembangan energi baru terbarukan, serta mengurangi risiko banjir di berbagai wilayah,” kata Dody.

PT Nindya Karya (Persero) mengerjakan pembangunan Bendungan Meninting dan Bendungan Rukoh. Bendungan Meninting memiliki kapasitas tampung 9,91 juta meter kubik yang mampu melayani irigasi seluas 1.559 hektare, menyediakan air baku sebesar 0,15 meter kubik per detik, mengurangi risiko banjir pada area seluas 59 hektare, serta berpotensi menghasilkan listrik melalui PLTA berkapasitas 0,80 megawatt dan PLTS terapung 9,23 megawatt.

Sementara itu, Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh, dibangun untuk memperkuat sistem pengairan pertanian sehingga mendukung peningkatan produktivitas lahan di wilayah tersebut.

Direktur Utama PT Nindya Karya Firmansyah mengatakan, perusahaan berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur sumber daya air untuk menunjang ketahanan pangan nasional.

“Nindya Karya berkomitmen untuk terus mendukung dan menyukseskan program pemerintah, terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan di tanah air,” kata Firmansyah.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|