Tabrak Truk Parkir di Joho, Pengendara Motor Asal Jetis Meninggal

3 hours ago 3

Harianjogja.com, SUKOHARJO — Insiden kecelakaan maut yang melibatkan satu unit sepeda motor dan truk terjadi di ruas Jl Diponegoro, tepatnya di depan Gedung Graha Mulya, Kelurahan Joho, Rabu (11/3/2026) pagi. Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 07.25 WIB tersebut mengakibatkan seorang pengendara motor berinisial WH, 65, tutup usia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.

Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian nahas ini bermula saat sebuah truk bernomor polisi AB 8331 JU tengah melaju dari arah barat menuju ke timur. Truk yang dikemudikan oleh pria berinisial Sp, warga Pringkuku, Pacitan, Jawa Timur, tersebut kemudian memutuskan untuk berhenti di pinggir jalan raya.

Namun, secara tiba-tiba dari arah belakang muncul sepeda motor Honda Blade dengan pelat nomor AD 4693 IO yang dikendarai oleh WH dengan kecepatan cukup tinggi. Lantaran jarak yang sudah terlalu dekat, pengendara motor warga Kelurahan Jetis tersebut tidak mampu menghindar dan langsung menghantam bodi bagian belakang truk.

Kerasnya benturan membuat korban terpental dan terjatuh di bahu jalan hingga mengalami luka yang sangat serius di beberapa bagian tubuh. "Pengendara sepeda motor langsung dievakuasi ke rumah sakit. Lukanya cukup parah di bagian dahi dan memar di dada,” ungkap Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukoharjo, Iptu Ardian Herlinanda, mewakili Kasatlantas Polres Sukoharjo, AKP Doohan Octa Prasetya.

Malang tak dapat ditolak, sesampainya di fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan medis, nyawa korban dinyatakan sudah tidak tertolong. Pihak kepolisian kemudian segera menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga di Kelurahan Jetis guna keperluan prosesi pemakaman.

Menyikapi kejadian tersebut, Iptu Ardian mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi penuh ketika sedang berkendara di jalanan. Terlebih saat ini memasuki masa menjelang Lebaran di mana volume kendaraan mulai menunjukkan peningkatan signifikan akibat pergerakan kaum boro atau para perantau yang mulai pulang menuju kampung halaman.

Masyarakat diminta tetap disiplin dalam mematuhi setiap rambu dan aturan lalu lintas guna meminimalkan risiko kecelakaan yang dapat mengancam nyawa. Peningkatan arus lalu lintas di jalur utama Sukoharjo ini menuntut kesadaran bersama agar setiap pengguna jalan dapat sampai ke tujuan dengan selamat tanpa ada kendala yang merugikan di perjalanan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : espos.id

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|