Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) pada Kamis (30/4/2026) di Grha Bhasvara Icchana, Jakarta. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa peluncuran ini menjadi hari bersejarah bagi bangsa.
"Hari ini adalah sejarah, hari ini adalah sejarah bersama, melanjutkan revolusi digital yang sudah kita lakukan 5 tahun di saat blueprints, kita loncat ke depan, kita ini adalah langkah. Teknologi digital sudah sekarang dan terus berkembang, sangat cepat," katanya saat memberikan sambutan.
Perry mengatakan bahwa Hackathon yang berjalan seiring PIDI sangat diminati oleh para peserta yang terdiri dari pelajar hingga profesional. Mereka kemudian membentuk tim dan membuat proposal ide inovasi digital.
Berdasarkan catatan, jumlah proposal masuk mencapai hampir 2.500, jauh lebih tinggi dari proyeksi BI sebanyak 1.500 proposal.
"Kita dulu proyeksi paling 1500 proposal masuk, ternyata hampir 2500 proposal. Tiap proposal anggota 3-5 tim dari 2500 tim artinya bisa sampai 12.500 orang. Antara 7500-12500 anggota tim," ucapnya.
Sebanyak hampir 2500 proposal tersebut kemudian diseleksi menjadi 800 proposal terpilih, yang kata Gubernur Bank Indonesia secara garis besar merupakan inovasi di bidang financial and economic inclusion, cluster untuk financial services digitalisasi, termasuk credit risk dan cyber threat, dan finance inovasi digital basis untuk public services.
Tahap selanjutnya, para peserta tadi akan melakukan pelatihan selama 2,5 bulan secara daring maupun luring, sekaligus melakukan seleksi menjadi 480 tim di babak semifinal.
Pada babak ini, Perry mengatakan akan melakukan sandboxing untuk menilai apakah proposal bisnis bisa diimplementasikan menjadi bisnis yang menguntungkan. Penilaian tersebut dilakukan oleh para pemangku kepentingan seperti OJK, asosiasi digital pembayaran, asosiasi sitem pembayaran, hingga Bank Indonesia.
Kemudian, dari 480 tim tersebut akan maju ke babak final atau babak akhir untuk menentukan juara.
Hackathon ini tidak sekedar sebagai kompetisi, namun sebagai ajang pelatihan untuk inovasi digital dan kesempatan untuk melakukan business matching dengan para investor.
Peresmian PIDI alam rangka membangun ekosistem inovasi digital nasional sebagai upaya dedikasi bagi negeri melalui penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan nilai bisnis berkelanjutan bagi industri, didukung oleh pengembangan talenta, inovasi siap implementasi, serta sinergi kebijakan dan kebutuhan publik.
"Build your vision, your dream, never stop dreaming. Believe in your future. Do a strategic action, never give up, get things done, maju terus. Number 3 adalah strategic influencing, the power of being, kerjasama team. That's the key, 3 key of success," ucap Perry kepada peserta.
PIDI diposisikan sebagai policy enabler yang menjembatani kebijakan publik dengan kebutuhan industri dan pengembangan teknologi, melalui pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir. Melalui PIDI, ide-ide inovatif dari talenta muda Tanah Air akan didukung oleh pelatihan kapabilitas teknis, pemahaman bisnis, serta pendampingan dan mentoring yang memadai hingga siap dikembangkan menjadi produk/layanan digital untuk menjawab area prioritas kebutuhan nasional.
PIDI didesain untuk memastikan inovasi tidak berhenti hanya sampai pada ide, tetapi bergerak secara end-to-end melalui tiga pilar utama, yaitu:
Pertama, Market Intelligence, untuk memetakan inovasi yang berkembang di pasar dan relevan bagi kebutuhan publik. Pilar ini diarahkan menghasilkan output utama berupa Strategic Intelligent Market Analytics (SIGMA).
Pilar kedua adalah Innovation Experimentation, yang mengusung Hackathon sebagai kompetisi intelektual untuk melahirkan solusi teknologi dalam menjawab permasalahan prioritas nasional.
Ketiga, Digital Talent Development, hadir lewat inisiatif DIGDAYA (Digital Talenta Berdaya dan Berkarya) yang akan meningkatkan kapasitas talenta digital melalui skema pelatihan terstruktur untuk mencetak talenta digital dan penciptaan lapangan kerja digital.
(haa/haa)
Addsource on Google


















































