Jakarta, CNBC Indonesia - Gerakan pengguna ramai-ramai menghapus (uninstall) aplikasi ChatGPT sudah mencuat pasca keretakan hubungan pemerintah Amerika Serikat (AS) dengan Anthropic. Kala itu, Anthropic bersikap tegas tak bersedia tool AI-nya digunakan militer AS untuk menciptakan senjata otonom atau memata-matai warga AS.
Sikap Anthropic langsung dipuji banyak pihak, tetapi membuat pemerintahan Donald Trump murka dan melarang penggunaan tool AI Anthropic di lembaga-lembaga pemerintah. Bahkan, tool AI Anthropic dimasukkan ke dalam daftar 'risiko rantai pasok'.
Di tengah huru-hara kala itu, OpenAI yang merupakan pencipta ChatGPT, malah mengumumkan kerja sama baru dengan pemerintah AS untuk memasok tool AI. Banyak masyarakat murka dengan keputusan itu dan langsung berinisiatif menghapus ChatGPT dari HP dan menggantinya dengan aplikasi Claude dari Anthropic.
Ternyata, gelombang uninstall aplikasi ChatGPT sudah berlangsung sejak 2025. Pada awal pekan ini, Wall Street Journal melaporkan OpenAI tak mencapai target internal untuk mengumpulkan 1 miliar pengguna aktif mingguan untuk ChatGPT sepanjang 2025.
Bukan cuma target pengguna, ChatGPT juga gagal mencapai target pendapatan tahunan 2025. Hal ini kian mempertajam keraguan investor terkait hasil dari investasi jumbo yang digelontorkan untuk pengembangan AI.
Guncangan di internal OpenAI juga diungkap CFO Sarah Friar. Ia mengungkapkan fakta perusahaan kemungkinan tak mampu membayar kontrak komputasi di masa depan jika tak segera menghasilkan uang. Ada pula rumor IPO tahun ini yang bisa meningkatkan tekanan lebih jauh lagi.
OpenAI tampak berupaya meraup pendapatan dari langganan berbayar ChatGPT. Kendati demikian, belum diketahui apakah upaya itu bisa mencatatkan hasil yang berarti.
Menurut data terbaru dari perusahaan intelijen pasar Sensor Tower yang dilaporkan The Verge, penghapusan aplikasi ChatGPT telah meningkat hingga 132% dari tahun ke tahun (YoY) pada April 2026.
Langkah OpenAI meneken kontrak dengan Pentagon yang dinilai oportunis dan ceroboh, bahkan menghasilkan aksi uninstall lebih parah. Sepanjang Maret 2026, jumlah uninstall ChatGPT meningkat 413% YoY.
Sementara itu, Anthropic yang merupakan pesaing kuat OpenAI baru-baru ini melampaui valuasi sang pencipta ChatGPT, mencapai US$1 triliun di pasar sekunder. Pertumbuhan pengguna Claude jauh lebih cepat ketimbang ChatGPT.
Menurut Sensor Tower, download Claude tumbuh sekitar 1.000% YoY, berbanding dengan pertumbuhan download ChatGPT yang hanya 14% YoY pada periode yang sama.
(fab/fab)
Addsource on Google


















































