
Kelompok Mina Ponggok Sejahtera di Padukuhan Ponggok 1 saat memanen ikan yang siap diolah/Harian Jogja-Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha budidaya ikan air tawar di Kabupaten Bantul. Meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk mendukung program tersebut membuat permintaan ikan konsumsi, terutama ikan patin, ikut mengalami kenaikan.
Kondisi itu dirasakan Kelompok Mina Ponggok Sejahtera di Padukuhan Ponggok 1, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, yang kini rutin menyuplai hasil panen ikan patin untuk kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pendamping budidaya Kelompok Mina Ponggok Sejahtera, Pandu Adiputra, mengatakan hasil panen ikan patin terlebih dahulu diproses di pabrik menjadi filet sebelum dipasarkan.
“Hasil panen patin itu diproses di pabrik untuk dijadikan filet ikan. Filet itu untuk menyuplai kebutuhan pasar terutama bahan baku menu MBG. Selain itu juga diambil oleh tengkulak dan pasar tradisional,” katanya, Selasa (12/5/2026).
Menurut Pandu, bibit ikan patin yang dibudidayakan di Bantul masih didatangkan dari sejumlah daerah di Jawa Barat seperti Subang, Bogor, dan Bekasi.
Bibit tersebut kemudian dipelihara hingga mencapai ukuran konsumsi sebelum dipanen.
“Bibitnya sendiri dari Subang, Bogor, dan Bekasi. Kebetulan untuk wilayah DIY dan Jateng, pemijahan patin belum terlalu familiar seperti lele atau nila. Jadi bibit masuk ke sini ukuran 3-4 cm di boks, lalu setelah ukurannya 5-7 cm baru masuk ke kolam besar,” ujarnya.
Meski permintaan pasar meningkat, pengembangan usaha budidaya ikan patin masih menghadapi kendala keterbatasan lahan kolam.
Pandu menyebut kapasitas kolam yang tersedia saat ini belum ideal dibanding jumlah bibit yang ditebar.
“Idealnya itu per meter kubiknya hanya ada 15-20 ekor ikan. Tapi luas kolam di sini hanya 15-17 meter persegi, dengan kedalaman 1,5 meter. Dan itu diisi bibit ikan patin sebanyak 8 ribu ekor. Kurang lebih survival rate itu 90 persen. Jadi 10 persennya mati,” katanya.
Meski demikian, pihaknya berharap usaha budidaya ikan patin di wilayah tersebut terus berkembang dan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Meningkatnya kebutuhan bahan baku untuk program MBG juga dinilai membuka peluang pasar baru bagi petani dan pembudidaya lokal di Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































