Otoritas Israel menutup Masjid Ibrahimi yang menjadi titik konflik di kota Hebron, Tepi Barat, Senin (2/10/2023). Mereka hanya membukanya bagi pemukim untuk menandai hari raya Yahudi, Sukkot.
REPUBLIKA.CO.ID, HEBRON — Pasukan pendudukan Israel menutup Masjid Ibrahimi di Kota Tua al-Khalil bagi jamaah Palestina pada Rabu (12/8/2026) pagi. Tindakan sepihak ini memicu kecaman keras dari gerakan perlawanan Hamas serta Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina.
Sumber-sumber lokal menyebutkan, otoritas Israel berdalih penutupan tersebut dilakukan dengan alasan hari libur Yahudi. Akibatnya, warga Palestina dilarang memasuki kompleks masjid. Di sisi lain, penjajah justru memfasilitasi akses bagi para pemukim ilegal, dilansir dari laman Palestine Chronicle.
Hamas memperingatkan akan adanya "konsekuensi berat" atas aksi dari Israel tersebut. Hamas pun mengecam tindakan tersebut sebagai serangan langsung terhadap kebebasan beribadah serta pelanggaran besar terhadap kesucian situs-sucian Islam.
Gerakan tersebut menyatakan, penutupan ini merupakan bagian dari kampanye sistematis pemerintah Israel terhadap rakyat Palestina dan tanah air mereka, yang bertujuan mempercepat proses pencaplokan/aneksasi dan yahudisasi.
Hamas menegaskan, Masjid Ibrahimi adalah bagian tak terpisahkan dari identitas religius, nasional, dan historis rakyat Palestina serta dunia Islam secara luas. Mereka menambahkan bahwa segala upaya Israel untuk membagi masjid atau memaksakan kendali atasnya sama sekali tidak memberikan hak legitimasi maupun kedaulatan atas situs suci tersebut.
Lebih lanjut, Hamas menyerukan kepada seluruh rakyat Palestina di al-Khalil dan Tepi Barat yang diduduki untuk memperkuat kehadiran mereka di sekitar masjid guna melawan pembatasan Israel, kebijakan yahudisasi, serta berbagai serangan terhadap tempat-tempat suci.
Organisasi tersebut juga mendesak negara-negara Arab dan Islam untuk segera mengambil tindakan nyata terhadap tindakan represif Israel yang menyasar Masjid Ibrahimi, Masjid Al-Aqsa, dan situs-situs suci Islam lainnya.

6 hours ago
6















































