BPS Catat Jumlah Backlog Perumahan Turun Jadi 9,29 Juta Rumah Tangga di 2026

1 hour ago 6

Rilis Publikasi Statistik Perumahan Tahun 2026, kolaborasi Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Kemen PKP) di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (13/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan jumlah rumah tangga di Indonesia yang belum memiliki rumah (backlog) 1 mencapai 9,29 juta rumah tangga, berdasarkan data terbaru Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2026. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 350 ribu rumah tangga dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu di angka 9,64 juta rumah tangga. 

“Jumlah dan persentase rumah tangga yang belum memiliki rumah sendiri, secara persentase mengalami penurunan sebesar 0,61 persen dari 13 persen pada Maret 2025 menjadi 12,39 persen pada Maret 2026,” ungkap Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers Publikasi Statistik Perumahan Tahun 2026 di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (13/8/2026). 

Berdasarkan provinsi, semua provinsi di Indonesia tercatat mengalami penurunan backlog 1. Provinsi dengan jumlah backlog 1 terbanyak adalah Jawa Barat sebanyak 2,03 juta rumah tangga, disusul DKI Jakarta sebanyak 1,16 juta rumah tangga, dan Sumatera Utara sebanyak 911,8 ribu rumah tangga. 

Dalam data yang sama, BPS juga mencatatkan jumlah dan persentase rumah tangga yang tinggal di rumah milik sendiri, tetapi tidak layak huni (backlog) 2 turut mengalami penurunan. Per Maret 2026, jumlah backlog 2 mencapai 18,01 juta rumah tangga, turun 0,76 juta dibandingkan dengan data Maret 2025 sebanyak 18,77 juta rumah tangga. Atau secara persentasi mengalami penurunan sebesar 24,03 persen dari posisi Maret 2025 sebesar 25,33 persen menjadi 24,03 persen pada Maret 2026. 

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|