Kurir Jadi Penghubung Ekonomi Digital, JNE Angkat Sisi Kemanusiaan Profesi Pengantar Paket

1 hour ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perkembangan belanja daring membuat kurir semakin menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan digital, kurir tidak hanya berperan mengantarkan barang, tetapi juga menjadi pihak yang bersentuhan langsung dengan konsumen dalam rantai distribusi.

Profesi tersebut sekaligus menghadapi beragam dinamika kehidupan perkotaan yang kerap luput dari perhatian. Mulai dari menghadapi kemacetan hingga berinteraksi dengan konsumen dari berbagai latar belakang, kurir menjadi salah satu wajah dari perubahan pola konsumsi masyarakat di era digital.

Fenomena tersebut diangkat JNE bersama Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo) melalui buku bergambar Pengantar Kebahagiaan. Karya kolaborasi kartunis Muhammad Misrad atau Mice dan penulis Maman Suherman itu memotret kehidupan kurir sekaligus sisi kemanusiaan di balik pekerjaan yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Maman Suherman mengatakan, di balik setiap paket yang sampai kepada konsumen terdapat manusia yang bekerja dengan dedikasi dan menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, profesi kurir perlu dilihat lebih dari sekadar pekerjaan mengantarkan barang.

"Di balik setiap paket yang tiba di tangan kita, ada manusia yang bekerja dengan dedikasi, menghadapi berbagai tantangan, dan tetap berusaha mengantarkan kebahagiaan kepada orang lain," ujar Maman.

Menurut dia, keberadaan kurir juga dapat dipandang sebagai bagian dari hubungan sosial yang terbentuk di tengah aktivitas ekonomi masyarakat. Melalui kisah-kisah sederhana tersebut, masyarakat diajak melihat kerja kurir sebagai profesi yang turut menghubungkan harapan dan kebutuhan banyak orang.

Mice mengatakan, kurir kini telah menjadi bagian dari wajah kota. Aktivitas mereka hadir dalam berbagai situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat perkotaan.

"Kurir adalah bagian dari wajah kota hari ini. Mereka hadir di berbagai situasi yang akrab dengan keseharian kita," kata Mice.

Ia mengatakan, berbagai fenomena tersebut dituangkan melalui ilustrasi yang ringan dan dekat dengan keseharian masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat pembaca melihat kembali profesi kurir dari perspektif yang lebih manusiawi.

SVP Marketing Group Head JNE Eri Palgunadi mengatakan, perubahan perilaku masyarakat dalam berbelanja turut membuat layanan pengiriman menjadi bagian penting dalam aktivitas sehari-hari. Karena itu, apresiasi terhadap kurir juga menjadi bagian dari upaya JNE untuk menguatkan nilai kemanusiaan dalam aktivitas bisnisnya.

"Kami percaya bahwa setiap pengiriman bukan hanya tentang mengantarkan paket, tetapi juga menghubungkan cerita, harapan, dan kebahagiaan," ujar Eri.

Menurut Eri, para kurir berada di garis terdepan dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Mereka menjadi pihak yang secara langsung memastikan barang dari penjual dapat sampai kepada pembeli.

Kehadiran buku tersebut, kata dia, diharapkan dapat membuat masyarakat melihat lebih dekat dedikasi para kurir yang setiap hari menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Pengantar Kebahagiaan menggambarkan lika-liku perjalanan kurir yang semakin penting seiring berkembangnya distribusi barang dan perdagangan daring. Mice memotret fenomena urban yang berkaitan dengan pekerjaan kurir, sementara Maman memberikan narasi mengenai kehidupan dan pengalaman mereka.

JNE sendiri telah mengembangkan jaringan layanan pengiriman dan logistik di Indonesia. Perusahaan menyebut kini memiliki lebih dari 8.000 titik layanan di seluruh Indonesia dan mengembangkan layanan logistik untuk mendukung kebutuhan distribusi, termasuk bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Peluncuran Pengantar Kebahagiaan berlangsung di Gramedia Jalma Melawai, Jakarta, pada Rabu (12/8). Namun, pesan yang dibawa karya tersebut tidak berhenti pada penerbitan buku, melainkan mengangkat kembali posisi kurir sebagai bagian penting dari ekosistem ekonomi digital sekaligus kehidupan sosial masyarakat.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|