Nekat Tonton Konser F✦FOREVER Saat Sakit Campak, Unggahan Perempuan Ini Viral di Medsos

3 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Viral di media sosial seorang perempuan yang tetap nekat menonton konser F✦FOREVER meskipun sedang sakit campak. Hal ini terungkap melalui unggahan akun @theolawp atau Theola di Threads, di mana ia mengaku mengalami campak tiga hari sebelum konser tersebut.

Theola juga membagikan sebuah foto yang menggambarkan area kakinya dipenuhi bintik atau ruam merah. Konser F✦FOREVER sendiri digelar di Indonesia Arena, Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 28 hingga 30 Mei 2026.

"H-3 aku kena campak dong dengan kondisi kulit sebadan kayak gini, plus menular banget. Mencoba untuk menerima legowo ikhlasin aja itu tiket angus. Dan di saat hati diuji, di situ miracle pun ada. Gue dikasih sembuh dan bisa menonton Ase sedeket ini. Makasih Tuhan Yesus baik banget," kata akun @theolawp dalam unggahannya yang kini telah dihapus.

Hal tersebut menuai kritik dari warganet hingga ahli kesehatan, karena dinilai masih berisiko menularkan penyakit menular tersebut kepada orang lain. "Campak itu salah satu penyakit yang penularannya cepet banget. Masa penularannya juga lama, sejak 4 sebelum ruam muncul dan 4 hari setelahnya. Jadi kalau timeline sakitnya H-3, orang ini nonton konser dalam kondisi masih menularkan campak," demikian komentar dokter Adam Prabata.

Kementerian Kesehatan RI juga menegaskan bahwa virus campak mudah ditularkan melalui droplet di udara oleh pasien sejak empat hari sebelum timbulnya ruam sampai empat hari sesudah ruam memudar. Karena itu, jika penonton tersebut sudah berada di ruang publik pada hari ketiga setelah ruam muncul, maka ia masih berpotensi menularkan virus campak kepada orang lain.

Apa itu campak?

Merujuk Organisasi kesehatan dunia (WHO), campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan dapat menyebabkan komplikasi serius hingga kematian. Penyakit ini menyebar ketika penderita batuk, bersin, atau bernapas, sehingga virus menyebar melalui udara.

Campak dapat menyerang siapa saja, tetapi paling sering terjadi pada anak-anak. Campak menginfeksi saluran pernapasan lalu menyebar ke seluruh tubuh. Gejalanya meliputi demam tinggi, batuk, pilek, dan ruam di seluruh tubuh.

Vaksinasi adalah cara terbaik untuk mencegah penularan campak atau menularkannya kepada orang lain. Vaksin ini aman dan membantu tubuh melawan virus. Sebelum vaksin campak diperkenalkan pada 1963, wabah besar terjadi setiap dua hingga tiga tahun dan menyebabkan sekitar 2,6 juta kematian per tahun di seluruh dunia.

Sejak awal tahun 2026, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat lonjakan signifikan kasus campak di Indonesia, dengan belasan daerah melaporkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Namun hingga pekan ke-12 tahun 2026, kasus harian turun drastis sebesar 93 persen, dari puncak 2.220 kasus pada pekan pertama menjadi 146 kasus pada pertengahan Maret.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|