Rudal Rusia Masuk Negara NATO, Seberapa Dekat Eropa dengan Perang Besar?

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Polandia melayangkan protes diplomatik kepada Rusia setelah memastikan sebuah rudal jelajah Kh-101 memasuki wilayah udaranya dan meledak di lahan pertanian di bagian timur negara tersebut. Insiden itu kembali membawa konsekuensi perang Ukraina ke wilayah NATO, kendati Pemerintah Polandia menegaskan belum menemukan alasan untuk menyimpulkan negaranya sengaja dijadikan sasaran.

Kementerian Luar Negeri Polandia pada Jumat, 31 Juli 2026, memanggil duta besar-designate Rusia dan menyerahkan nota protes. Nota tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Robert Kupiecki, yang juga menjadi penasihat keamanan nasional bagi Perdana Menteri Polandia.

Warsawa menyebut pelanggaran tersebut sebagai tindakan bermusuhan yang membahayakan keamanan negara berdaulat dan penduduknya. Polandia menuntut Rusia menghentikan tindakan yang dapat mengancam keselamatan warga sekaligus menimbulkan risiko bencana penerbangan sipil.

Sebagaimana diberitakan Reuters pada Jumat, 31 Juli 2026, penyelidik Polandia telah mengonfirmasi proyektil yang jatuh sehari sebelumnya sebagai Kh-101, rudal jelajah yang diluncurkan dari udara dan digunakan Rusia dalam serangan terhadap Ukraina.

Menteri Pertahanan Polandia Wladyslaw Kosiniak-Kamysz mengatakan rudal tersebut diproduksi di sebuah fasilitas di dekat Moskow pada kuartal kedua 2026. Menurut dia, temuan itu menunjukkan Rusia menggunakan rudal yang baru diproduksi dalam serangannya terhadap Ukraina dan menguatkan laporan mengenai menipisnya persediaan masa perang Moskow.

Pernyataan mengenai menipisnya persediaan tersebut merupakan penilaian Kosiniak-Kamysz. Belum ada verifikasi independen yang dapat memastikan kondisi keseluruhan persediaan rudal Rusia hanya dari tanggal produksi satu proyektil.

Hingga Reuters menerbitkan laporannya pada Jumat, Kedutaan Besar Rusia di Warsawa belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar. Rusia juga belum menyampaikan penjelasan publik yang terverifikasi mengenai mengapa rudal itu memasuki wilayah Polandia.

Jatuh Sekitar 100 Kilometer dari Perbatasan

Rudal tersebut jatuh di dekat Tarnawa-Kolonia, Provinsi Lublin, sekitar 100 kilometer dari perbatasan Ukraina. Ledakan meninggalkan kawah selebar sekitar 10 meter di lahan pertanian yang berjarak kurang lebih dua kilometer dari bangunan tempat tinggal.

Tidak ada korban jiwa ataupun kerusakan bangunan yang dilaporkan. Seorang warga yang tinggal sekitar empat kilometer dari titik ledakan mengatakan mendengar suara pesawat dan merasakan jendelanya bergetar.

Komando Operasional Angkatan Bersenjata Polandia mengatakan sebuah objek terdeteksi memasuki wilayah udara negara itu sekitar pukul 03.40 waktu setempat pada Kamis, 30 Juli 2026. Objek tersebut kemudian menghilang dari radar.

Polisi yang menerima laporan mengenai ledakan besar menemukan kawah dan serpihan di lahan pertanian. Sebuah helikopter Mi-24 kemudian diterbangkan menuju lokasi terakhir objek terdeteksi untuk membantu pencarian dan pengamanan area.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|