REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran menyatakan telah menembak dua kapal tanker yang mencoba melewati Selat Hormuz di bawah pengawalan militer AS. Pernyataan itu disampaikan Iran saat Donald Trump mengumpulkan kabinetnya untuk membahas perang yang berlarut-larut dan kenaikan harga menjelang pemilihan paruh waktu di AS.
Menurut Korps Garda Revolusi Islam Iran, Jumat (31/7/2026), kapal tanker minyak yang tidak patuh telah ditembak dan dihentikan.
"Empat kapal tanker minyak lainnya dengan cepat mengubah haluan dan kembali ke posisi semula. Kapal-kapal tersebut telah mencoba melewati selat melalui rute yang tidak diumumkan dan di bawah pengawalan udara AS," demikian disampaikan IRGC.
Iran dan AS telah menyatakan bahwa kapal-kapal harus melewati selat melalui dua rute yang bersaing. Iran mengebom kapal-kapal yang mengambil rute selatan, dekat pantai Oman. Adapun AS mengebom kapal-kapal yang melanggar blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran.
Selat tersebut pun hampir sepenuhnya ditutup untuk lalu lintas sejak Iran dan AS kembali berperang dua pekan lalu. Pertempuran itu kembali menyebabkan harga energi melonjak. Pada Kamis, harga minyak mentah telah menembus angka $90 per barel saat AS menyerang Iran sebagai balasan atas penargetan pangkalan AS di Yordania.
Pertempuran itu berlanjut pada Jumat, dengan kementerian pertahanan Kuwait melaporkan bahwa mereka telah menembak jatuh drone Iran yang menargetkan fasilitas vital dan militer negara itu.
Buka paksa

3 hours ago
5
















































