Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. / istock
Harianjogja.com, CIANJUR— Gempa bumi magnitudo 4,3 yang berpusat di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sempat memicu kepanikan warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Cianjur pada Minggu. Getaran gempa terasa cukup kuat sehingga membuat sebagian masyarakat bergegas keluar rumah untuk mencari tempat aman.
Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur menunjukkan petugas masih melakukan pendataan terkait dampak gempa yang dirasakan hingga ke wilayah perbatasan Sukabumi–Cianjur. Hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait kerusakan maupun korban akibat peristiwa tersebut.
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, menjelaskan pusat gempa berada pada koordinat 6,98 Lintang Selatan dan 106,98 Bujur Timur atau sekitar 8 kilometer tenggara Kota Sukabumi dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan tanah.
Ia mengatakan getaran gempa dirasakan warga sebanyak dua kali di beberapa wilayah Cianjur. Getaran tersebut sempat membuat masyarakat bertahan di luar rumah selama beberapa puluh menit untuk memastikan situasi aman.
“Petugas masih melakukan pendataan terkait dampak gempa di Sukabumi yang dirasakan cukup kencang di sejumlah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sukabumi,” kata Asep, Minggu.
Sejumlah wilayah yang melaporkan getaran cukup kuat antara lain Kecamatan Gekbrong, Warungkondang, Cianjur, Campaka, hingga Takokak. Warga di daerah tersebut merasakan gempa sebanyak dua kali dalam selang waktu yang tidak terlalu lama.
Getaran gempa juga sempat membuat panik warga di sejumlah lokasi permukiman, termasuk di Perumahan Pesona Cianjur Indah, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur. Banyak warga memilih keluar rumah karena masih trauma dengan peristiwa Gempa Cianjur 2022 yang sebelumnya menimbulkan kerusakan besar di wilayah tersebut.
“Kami tetap meminta warga untuk waspada dan tidak panik. Jika merasakan getaran gempa, segera mencari tempat aman,” ujar Asep.
Salah satu warga Perumahan Pesona Cianjur Indah, Vicky Juniar, mengatakan getaran gempa terasa cukup kuat hingga membuat warga berhamburan keluar rumah untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
“Cukup kencang terasa dua kali, sehingga kami langsung lari keluar rumah dan di luar sudah banyak warga lainnya. Kami masih trauma dengan gempa tahun 2022 di mana wilayah kami cukup terdampak parah,” katanya.
Kepanikan serupa juga dirasakan warga yang tengah menunggu waktu sahur di sejumlah pusat keramaian di Cianjur. Banyak pengunjung kafe berlari menuju area parkir setelah merasakan getaran gempa yang cukup kuat untuk kedua kalinya.
Salah satu pengunjung kafe, Faisal (20), mengatakan bangunan tempatnya berada sempat bergoyang saat gempa kedua terjadi.
“Bangunan kafe bergoyang cukup kencang ketika gempa kedua kalinya terasa, sehingga pengunjung berlarian ke tempat parkir karena takut bangunan runtuh seperti gempa yang terjadi tiga tahun lalu,” ujarnya.
Hingga saat ini petugas BPBD masih terus memantau perkembangan situasi di sejumlah wilayah Cianjur yang merasakan getaran gempa tersebut, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan apabila terjadi gempa susulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara


















































