Di Tengah Gemerlap Piala Dunia, Israel Kembali Bunuh Penjaga Gawang Palestina

1 hour ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA — Penjaga gawang asal Palestina, Salim Khader Al-Ashqar, gugur akibat tembakan pasukan Israel saat berusaha mendapatkan tabung gas memasak untuk keluarganya di wilayah selatan Gaza. Kematian Salim menambah panjang daftar atlet yang menjadi korban tewas dalam agresi Israel di wilayah kantong yang terkepung tersebut di tengah gemerlap Piala Dunia 2026 yang sedang digelar di Amerika Serikat.

Ashqar (32 tahun), yang bermain untuk Klub Khadamat Khan Younis, keluar rumah bukan untuk bertanding sepak bola, melainkan demi mencari gas memasak bagi keluarga kecilnya. Saat ini, istrinya mengandung anak pertama mereka, tulis Anadolu Ajansi.

Perjalanan Ashqar menggunakan sepeda motor melewati daerah al-Qarara, timur laut Khan Younis, berakhir tragis oleh timah panas tentara Israel. Namanya kini tercatat dalam daftar panjang atlet Palestina yang syahid sejak perang pecah pada 8 Oktober 2023.

Sumber medis mengatakan kepada Anadolu bahwa Ashqar mengembuskan napas terakhir pada Selasa akibat luka-luka yang dideritanya setelah pasukan Israel melepaskan tembakan saat ia melintasi kawasan tersebut.

Krisis gas memasak

Warga Gaza  terus menderita akibat kelangkaan akut gas memasak menyusul pembatasan ketat yang diterapkan Israel terhadap pasokan yang masuk. Jumlah gas yang tiba melalui sejumlah kecil truk sangat jauh dari kata mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga.

Banyak warga Palestina terpaksa menempuh jarak jauh demi mendapatkan tabung gas dari para distributor di penjuru Gaza. Sebagian lainnya terpaksa mengandalkan kayu bakar, plastik, dan kertas untuk memasak, meskipun tindakan tersebut membawa risiko kesehatan yang serius.

Sekretaris Jenderal Persatuan Media Olahraga Palestina, Mustafa Siam, mengungkapkan bahwa Ashqar sedang menuju al-Qarara "dalam upaya mengamankan pasokan gas untuk keluarganya" ketika tank-tank Israel yang bersiaga di area tersebut langsung melepaskan tembakan ke arahnya.

Siam menjelaskan kepada Anadolu jika Ashqar mengalami luka kritis dan segera dilarikan ke rumah sakit. Namun, kelangkaan parah pada fasilitas medis, kantong darah, serta keterbatasan tindakan bedah darurat membuat tim dokter gagal menyelamatkan nyawanya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|