Belum Punya Gerai, KKMP di Kota Jogja Sudah Produksi Batik

1 day ago 4

Jumali

Jumali Minggu, 17 Mei 2026 12:47 WIB

Belum Punya Gerai, KKMP di Kota Jogja Sudah Produksi Batik

Foto ilustrasi Koperasi Merah Putih dibuat oleh AI ChatGPT

Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Kota Jogja memastikan program Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) mulai menunjukkan hasil nyata setelah peluncuran nasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (16/5/2026).

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengungkapkan KKMP di Kota Jogja saat ini telah memiliki delapan unit usaha pengecapan batik yang aktif berproduksi. Salah satu capaian terbesar adalah keberhasilan memenuhi kebutuhan 6.500 seragam batik Segoro Amarto bagi ASN di lingkungan Pemkot Jogja.

“Semua sudah dibikin oleh Koperasi Merah Putih,” ujar Hasto dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja.

Tidak berhenti di situ, KKMP kini mulai menyiapkan produksi gelombang kedua berupa seragam batik untuk pelajar. Jumlahnya diperkirakan mencapai 65.000 siswa di Kota Jogja.

Menurut Hasto, program tersebut sekaligus menjadi upaya menghidupkan kembali UMKM dan pengrajin batik lokal di Kota Jogja yang telah ditetapkan UNESCO sebagai kota batik dunia.

Ketua KKMP Gunungketur, Reza Murtaza, mengatakan pihaknya sejauh ini telah memproduksi sekitar 650 lembar batik Segoro Amarto pesanan ASN. Produksi rutin dilakukan sekitar 40 lembar per siklus untuk memenuhi kebutuhan ASN yang belum memiliki seragam, termasuk guru tingkat TK hingga SMP.

Selain sektor batik, KKMP di Kota Jogja juga mengembangkan berbagai usaha produktif lain. Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto, menyebutkan dari total 45 kelurahan, sebanyak 32 kelurahan telah memiliki aktivitas KKMP aktif.

Beberapa usaha yang dijalankan antara lain penyediaan bahan pokok masyarakat, layanan keuangan tanpa kantor atau Laku Pandai, hingga kemitraan dengan hotel dan satuan pelayanan pemenuhan gizi untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemkot Jogja juga menyiapkan pengembangan lahan seluas 3.000 meter persegi di wilayah Umbulharjo yang diberikan oleh Kasultanan Ngayogyakarta melalui skema palilah.

Rinciannya, sekitar 1.000 meter persegi akan digunakan untuk infrastruktur KKMP, 1.000 meter persegi untuk bioflok budidaya lele, dan sisanya untuk integrated farming serta pengolahan pupuk organik.

“Kita ingin membikin pupuk, kemudian nanti pupuknya juga bisa dijual. Ini sekaligus mengatasi sampah, karena sampah jadi pupuk,” kata Hasto.

Tri Karyadi menjelaskan aktivitas KKMP saat ini masih memanfaatkan lahan milik pengurus koperasi karena belum tersedia gerai permanen. Di wilayah Gunungketur misalnya, koperasi difokuskan mengembangkan usaha sesuai potensi lokal sebagai sentra batik.

Melalui pola koperasi, para perajin batik dinilai tidak lagi berjalan sendiri mulai dari pengadaan bahan baku hingga pemasaran produk.

“Harapannya dengan adanya koperasi ini para pengrajin batik tidak berjalan sendiri. Mengurus bahan bakunya sampai memasarkannya melalui koperasi,” ujar Tri.

Reza menambahkan sistem koperasi membuat manajemen produksi menjadi lebih teratur. Para pengrajin kini memiliki jadwal produksi rutin sesuai kebutuhan pasar.

“Begitu stok kita habis, kita produksi lagi, mereka bekerja lagi,” ujar Reza.

Meski belum memiliki gerai resmi, Pemkot Jogja menegaskan aktivitas KKMP tetap berjalan optimal. Dalam kegiatan peresmian, Hasto bersama Wakil Wali Kota Jogja dan jajaran Forkopimda Kota Jogja bahkan turut mencoba membatik dengan teknik cap sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan koperasi tersebut.

Keberadaan KKMP di Kota Jogja diharapkan tidak hanya memperkuat ekonomi kerakyatan, tetapi juga membuka pasar lebih luas bagi UMKM batik lokal sekaligus mendukung kebutuhan sandang dan pangan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|