Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Lebaran 2026

6 hours ago 1

Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Lebaran 2026 Foto ilustrasi beras. / Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat berbagai program intervensi pangan bersama sejumlah mitra untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan pemerintah memastikan intervensi pangan terus berjalan agar pasokan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga.

“Pemerintah memastikan berbagai program intervensi pangan terus dilakukan sampai Lebaran untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat,” kata Ketut dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Ia menjelaskan beberapa program yang dijalankan selama Ramadan hingga menjelang Lebaran antara lain Gerakan Pangan Murah (GPM), distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta mobilisasi stok melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP).

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap oleh Perum Bulog sejak 9 Maret 2026.

Ketut mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, untuk memastikan stok pangan nasional tetap aman.

“Sesuai arahan Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman, stok pangan nasional kita aman dan memadai,” ujarnya.

Gerakan Pangan Murah Digelar di Ratusan Daerah

Bapanas mencatat pelaksanaan GPM secara nasional hingga pertengahan Maret 2026 telah berlangsung sebanyak 789 kali di 24 provinsi dan 153 kabupaten/kota.

Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, hingga asosiasi pelaku usaha pangan guna menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau di berbagai daerah.

Selain GPM reguler, pemerintah juga menggelar GPM khusus yang menyediakan daging ayam beku kualitas premium dengan harga sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP).

Program ini merupakan kerja sama Bapanas dengan sejumlah perusahaan pakan ternak, yakni PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, dan PT Malindo Feedmill Tbk.

Distribusi daging ayam beku tersebut tersedia di lebih dari 1.200 outlet yang tersebar di 17 provinsi dan akan berlangsung hingga sehari sebelum Idulfitri.

Bapanas juga mendorong program stabilisasi harga daging ruminansia melalui kerja sama dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dan PT Berdikari.

Penjualan Beras SPHP Capai 19,5 Ribu Ton

Ketut menambahkan hingga pertengahan Maret 2026 realisasi penjualan beras SPHP telah mencapai sekitar 19,5 ribu ton.

Dalam program ini masyarakat dapat membeli maksimal lima kemasan beras ukuran 5 kilogram atau alternatif dua kemasan ukuran 2 kilogram.

Sementara realisasi program Fasilitasi Distribusi Pangan hingga Maret mencapai 13.916 kilogram. Komoditas yang didistribusikan meliputi cabai rawit merah 5.590 kilogram, sapi hidup 5.126 kilogram, beras 2.000 kilogram, serta minyak goreng Minyakita sebanyak 1.200 liter.

Beberapa daerah yang menjadi tujuan distribusi antara lain Kabupaten Mahakam Ulu di Kalimantan Timur, Pasar Induk Kramat Jati, Lombok Tengah dan Lombok Timur di Nusa Tenggara Barat, serta wilayah Kepulauan Riau.

Stok Pangan Nasional Diproyeksikan Surplus

Bapanas memproyeksikan ketersediaan beras nasional hingga akhir April 2026 mencapai surplus sekitar 17,2 juta ton. Selain beras, sejumlah komoditas pangan lainnya juga diperkirakan mengalami surplus.

Jagung diproyeksikan surplus 4,8 juta ton, minyak goreng 3,5 juta ton, serta daging ayam sekitar 727 ribu ton.

Selain itu, gula konsumsi diperkirakan surplus 595 ribu ton, telur ayam 349 ribu ton, cabai rawit 105 ribu ton, cabai besar 74 ribu ton, dan bawang merah 57 ribu ton. Seluruh komoditas tersebut dipasok dari produksi dalam negeri.

Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah melaporkan kondisi stabilitas pangan nasional kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Kami laporkan stok 11 komoditas strategis, cukup baik. Bahkan sangat baik, khususnya beras. Semua aman (untuk) sektor pangan Bapak Presiden,” kata Amran di Jakarta, Jumat (13/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|