
Ilustrasi monyet ekor panjang - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Warga di sekitar Suaka Margasatwa Sermo mulai resah setelah monyet beberapa kali terlihat memasuki permukiman untuk mencari makan. Dalam waktu berdekatan, warga Kalurahan Hargowilis, Kokap, melaporkan keberadaan sekitar dua hingga tiga ekor monyet di dekat rumah.
Jumlah monyet yang masuk permukiman memang belum banyak dan sejauh ini tidak terlalu mengganggu masyarakat. Namun, warga berharap pengelola Suaka Margasatwa Sermo mencari solusi agar satwa tersebut tidak terus turun ke permukiman.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo, Duana Heru Supriyanta, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, monyet terakhir dilaporkan muncul pada akhir pekan lalu, sementara kejadian serupa juga terjadi beberapa bulan sebelumnya di lokasi yang sama.
Monyet Diduga Kesulitan Mendapat Pakan
Berdasarkan laporan warga, monyet yang mendatangi permukiman memiliki kondisi tubuh yang kurus. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kesulitan satwa memperoleh makanan alami di habitatnya.
Duana menyebut monyet diduga datang ke permukiman karena kelaparan dan kesulitan mendapatkan pangan di Suaka Margasatwa Sermo.
"Pohon buah-buahan di sekitar rumah warga saat ini baru berbungan dan belum menghasilkan buah. Monyet sempat mencabut tanaman sungkonh tetapi belum memiliki umbi," ujar Duana saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2026).
Warga yang didatangi monyet sempat mencoba memberikan nasi. Namun, satwa tersebut justru berlarian menjauh karena merasa takut dengan kehadiran manusia.
Duana mengatakan warga merasa prihatin melihat kondisi monyet yang datang dengan tubuh sangat kurus. Karena itu, warga berharap ketersediaan pakan alami di habitat satwa tersebut dapat diperiksa pihak yang berwenang.
"Warga berharap ketersediaan pakan alami bagi satwa tersebut dapat diperiksa oleh pihak yang berwenang," lanjut Duana.
Warga Minta Ada Penanganan di Habitat Monyet
Pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kulonprogo tersebut mengatakan warga berharap pengelola Suaka Margasatwa Sermo atau instansi berwenang melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
Menurut Duana, kondisi kesehatan monyet dan ketersediaan pakan alami di Suaka Margasatwa Sermo menjadi perhatian, terutama ketika satwa menghadapi musim kemarau.
"Warga berharap pada musim penghujan dapat dipertimbangkan penanaman jenis tumbuhan sumber pakan sawat seperti talok atau tanaman lajn yang sesuai dengan habitat monyet," tuturnya.
Selain persoalan pakan, warga juga berharap mendapatkan arahan mengenai cara yang aman dan tepat ketika monyet kembali memasuki permukiman. Warga juga diharapkan mengetahui tindakan yang tepat, termasuk tidak memberikan makanan secara sembarangan.
Hutan Kering, Satwa Berpotensi Turun ke Permukiman
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah VI Sermo, Suwarno, mengatakan berdasarkan penelusurannya, keluhan masyarakat tersebut memang benar adanya.
Menurutnya, masyarakat menginginkan kawasan Suaka Margasatwa Sermo ditanami pohon yang dapat menjadi sumber makanan bagi hewan-hewan yang hidup di dalamnya.
"Biar dapat memenuhi makan di hutan itu sehingga tidak ke permukiman warga untuk cari makan, kalau hutan kering seperti sekarang kan otomatis hewan masuk permukiman penduduk," katanya menjelaskan.
Kondisi tersebut membuat warga berharap persoalan ketersediaan pakan alami dapat menjadi perhatian pengelola Suaka Margasatwa Sermo. Dengan pakan yang tersedia di habitatnya, satwa diharapkan tidak perlu turun ke kawasan permukiman untuk mencari makanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































