Arab Saudi Siap Bertindak Tegas, Konflik dengan Houthi Semakin Memanas

3 hours ago 4

Harianjogja.com, JAKARTA— Arab Saudi memperingatkan akan memberikan respons tegas terhadap kelompok Houthi di Yaman setelah serangkaian serangan rudal dan drone melukai 13 warga sipil di wilayah selatan negara tersebut.

Koalisi pimpinan Riyadh mengonfirmasi serangan rudal dan drone yang terjadi sehari sebelumnya di Khamis Mushait, Abha, dan Taif. Serangan pada Senin tersebut dilaporkan menyebabkan 13 orang terluka.

Arab Saudi menegaskan serangan Houthi akan ditangani secara tegas sebagai bagian dari upaya melindungi kedaulatan negara.

Koalisi pimpinan Riyadh juga menyatakan akan mengambil "semua langkah operasional yang diperlukan" untuk mencegah pendekatan yang disebutnya bermusuhan dan ekstremis.

Ancaman tersebut muncul ketika pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali berkobar. Eskalasi ini berpotensi memperluas konflik di Timur Tengah yang saat ini juga diwarnai ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Houthi Klaim Serang Pangkalan Arab Saudi

Kelompok Houthi mengklaim telah melancarkan serangan "berskala besar" dengan menggunakan puluhan rudal balistik dan drone ke pangkalan udara King Khalid di Khamis Mushait, Arab Saudi bagian selatan.

Menurut Houthi, serangan tersebut merupakan bagian dari aksi militer mereka terhadap Arab Saudi.

Houthi juga menyatakan Riyadh membalas serangan tersebut dengan lebih dari 50 serangan. Namun, koalisi pimpinan Arab Saudi belum memberikan rincian mengenai jumlah serangan balasan tersebut.

Hazem al-Assad dari politbiro Houthi mengatakan serangan kelompoknya akan terus berlanjut.

"Respons Yaman akan terus berlanjut dan meningkat selama mereka (Arab Saudi) terus melakukan agresi terhadap rakyat kami," kata al-Assad.

Pada Selasa dini hari, pertahanan sipil Arab Saudi juga sempat mengeluarkan peringatan serangan udara di enam wilayah. Peringatan tersebut kemudian dicabut.

Konflik Yaman Kembali Memanas

Pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman kembali meningkat sejak perang saudara di negara tersebut berkobar pada Juli.

Houthi yang didukung Iran sebelumnya mendeklarasikan blokade maritim terhadap Riyadh dan mulai menargetkan kapal-kapal pemerintah di Laut Merah.

Pekan lalu, Houthi juga dilaporkan merebut kendali atas pantai Laut Merah Yaman dan Selat Bab al-Mandeb. Perkembangan tersebut menjadi semakin strategis di tengah gangguan terhadap jalur pelayaran di kawasan akibat konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Serangan Houthi juga dilaporkan menyasar infrastruktur minyak Arab Saudi. Negara tersebut merupakan salah satu eksportir minyak mentah terbesar dunia, sehingga kondisi tersebut turut mendorong harga minyak menembus US$100 per barel.

Sementara itu, serangan Houthi di Yaman bagian barat pada Senin dilaporkan menewaskan delapan tentara dari pasukan pemerintah, menurut dua sumber militer.

Arab Saudi Tingkatkan Koordinasi Militer

Ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi berlangsung ketika upaya diplomatik terkait konflik kawasan juga menghadapi hambatan.

Pertemuan yang direncanakan antara negara-negara Teluk dan Iran mengenai masa depan Selat Hormuz ditunda pada Senin. Iran menuduh Riyadh menggunakan konflik di Yaman sebagai "dalih" untuk menunda pembicaraan tersebut.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dijadwalkan melakukan pembicaraan dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi pada Selasa.

Sebelumnya, Mohammed bin Salman juga menerima Kepala Komando Pusat AS Laksamana Brad Cooper di Jeddah pada Senin. Pertemuan tersebut membahas perkembangan terbaru di kawasan.

Pertemuan itu berlangsung ketika konflik regional yang lebih luas masih belum menemukan jalan keluar.

Di Yaman, pasukan pemerintah pada Minggu mengklaim berhasil merebut kembali sejumlah posisi di Provinsi Taiz dari Houthi. Pasukan pemerintah juga melakukan serangan udara terhadap kelompok tersebut.

Konflik Yaman yang berlangsung sejak 2014 kembali mengancam memperburuk situasi kemanusiaan. Badan migrasi PBB pada Senin menyebut pertempuran yang kembali berkobar telah memaksa 93.864 orang meninggalkan rumah mereka.

Jika Arab Saudi dan Houthi terus meningkatkan serangan, konflik Yaman berpotensi kembali menjadi salah satu titik panas utama dalam eskalasi perang di Timur Tengah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|