Newswire Selasa, 15 September 2026 21:37 WIB

Pesawat Aman Air pengangkut 3.700 liter BBM tergelincir di Bandara Mulia Papua Tengah. Pilot selamat dan bandara ditutup sementara. /Antara.
Harianjogja.com, PAPUA TENGAH—Pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik maskapai Aman Air tergelincir saat mendarat di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Selasa. Pilot pesawat dipastikan selamat dan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung di Nabire mengatakan aparat kepolisian telah mengamankan lokasi kejadian. Pesawat dengan nomor registrasi PK-WNU masih berada di lokasi dan mengalami sejumlah kerusakan.
"Infonya tergelincir dan tidak ada korban," ujarnya.
Bandara Mulia Ditutup Sementara
Henry mengatakan aparat bersama pihak terkait berkoordinasi dengan AirNav dan pengelola bandara untuk menutup sementara operasional Bandara Mulia. Penutupan dilakukan setelah pesawat keluar dari landasan dan masih berada di area kejadian.
Bandara akan kembali dibuka setelah dilakukan pemeriksaan dan investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Pesawat masih di lokasi menunggu KNKT melakukan investigasi," katanya.
Polisi memastikan penanganan di lokasi tetap dilakukan untuk menjaga keamanan masyarakat sekaligus mendukung proses investigasi guna mengetahui penyebab kecelakaan.
Pesawat Angkut 3.700 Liter BBM
Berdasarkan laporan awal, pesawat tersebut mengangkut 3.700 liter BBM jenis diesel. Pesawat tergelincir saat mendarat sekitar pukul 11.22 WIT dan keluar dari sisi kanan landasan pacu.
Saat mendarat, pesawat mengalami kecenderungan bergerak ke arah kanan sebelum keluar dari landasan. Pesawat kemudian menabrak pagar pembatas bandara.
Personel Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) bersama tim pertolongan dan keselamatan bandara langsung mengamankan pilot serta lokasi kejadian setelah pesawat keluar dari landasan.
Petugas juga mengamankan perimeter di sekitar pesawat untuk mencegah masyarakat memasuki area kejadian. Langkah tersebut sekaligus dilakukan untuk memastikan kondisi landasan tetap aman.
Selain pengamanan lokasi, petugas melakukan langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran. Hal itu dilakukan karena bahan bakar dari pesawat dilaporkan menetes setelah insiden.
Proses penanganan di lokasi selanjutnya menunggu pemeriksaan dan investigasi KNKT sebelum operasional Bandara Mulia kembali dibuka.
Sejumlah bandara perintis di wilayah pedalaman Papua, letak geografisnya yang berada di lembah pegunungan terisolasi serta dikelilingi hutan lebat membuat area sekitar lapangan terbang rentan dimanfaatkan kelompok bersenjata untuk melancarkan aksi penembakan terhadap penerbangan sipil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































