REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN, –
Universitas Terbuka (UT) menegaskan kesiapannya menuju World Class University melalui pengukuhan enam orang guru besar baru. Prosesi pengukuhan ini digelar di Kampus UT Tangerang Selatan pada Rabu, sebagai bagian dari rangkaian acara Pengukuhan Profesor UT 2026.
Rektor UT, Prof Ali Muktiyanto, menyatakan bahwa penambahan profesor ini melengkapi 39 guru besar yang sudah ada. Ia mengungkapkan bahwa keesokan harinya akan dikukuhkan kembali enam profesor lainnya, sehingga totalnya menjadi 45 orang.
"Ini menjadi peneguhan dan pembuktian bahwa UT memang siap untuk melesat menuju pentas dunia," ujar Prof Ali usai kegiatan.
Dorong Kolaborasi dan Peringkat Global
Prof Ali menilai keberadaan para profesor baru ini semakin meneguhkan kepercayaan diri kampus dalam membangun kolaborasi global. Meskipun UT tetap mempertahankan konsep resource sharing dengan berbagai perguruan tinggi digital terkemuka dunia, kehadiran 45 guru besar ini menjadi ujung tombak yang vital.
Mereka diharapkan mampu mendorong UT sebagai perguruan tinggi negeri untuk masuk ke dalam jajaran world university ranking. Untuk mewujudkan hal itu, pihaknya telah menyiapkan program Kelompok Riset Profesor dan menetapkan strategi nasional guna memacu produktivitas riset.
"Kita berharap bisa dihasilkan paling tidak 450 artikel publikasi ilmiah bereputasi internasional dan ini akan mendongkrak UT," kata Ali menegaskan. Ia menambahkan bahwa UT tidak bisa lagi dipandang sebagai perguruan tinggi kelas dua yang hanya berfokus pada education university, melainkan siap menuju perguruan tinggi berbasis riset yang berdampak bagi masyarakat.
Profesor sebagai Produsen Ilmu Pengetahuan
Sejalan dengan visi Rektor, Ketua Dewan Senat UT Prof Chanif Nurcholis mengingatkan bahwa gelar profesor bukan sekadar puncak pangkat administratif. Lebih dari itu, gelar tersebut merupakan wujud kepercayaan negara kepada akademisi sebagai produsen ilmu pengetahuan.
"Profesor itu adalah satu kepercayaan oleh pemerintah, oleh rakyat, bangsa kita. Mereka diberi kepercayaan untuk memproduksi ilmu pengetahuan yang penting," ujarnya. Oleh karena itu, Chanif menekankan agar seorang profesor memegang teguh etika akademik yang tinggi.
Ia juga menyoroti pentingnya tahapan diseminasi ilmu pengetahuan. Karya yang dihasilkan profesor harus dituangkan terlebih dahulu dalam bentuk jurnal, buku referensi, monograf, hingga hak paten, sebelum akhirnya diimplementasikan ke tengah masyarakat. "Diharapkan setelah memproduksi ilmu pengetahuan berdampak kepada masyarakat," tuturnya.
Daftar Enam Profesor Baru UT
Adapun enam profesor yang dikukuhkan pada hari pertama meliputi Prof Rahmat Budiman dengan kepakaran di bidang penulisan Bahasa Inggris, Prof Juhana dengan kepakaran di bidang humanisasi instruksi Bahasa Inggris, dan Prof Yumiati dengan kepakaran di bidang pengembangan pembelajaran aljabar berbasis etnomatematika.
Selanjutnya, Prof Siti Aisyah dengan kepakaran di bidang pendidikan anak usia dini berbasis model BERLIAN, Prof Made Yudhi Setiani dengan kepakaran di bidang pendidikan politik jarak jauh, serta Prof Milwan dengan kepakaran di bidang kebijakan layanan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh berbasis kewilayahan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

4 hours ago
4

















































