Kakanwil Imigrasi Sulut: Tantangan Keimigrasian Butuh Sinergi Pentahelix

1 hour ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO, – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Utara, Ramdhani, menegaskan bahwa tantangan di bidang keimigrasian saat ini tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah seorang diri. Ia menyatakan perlunya sinergi yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan melalui pendekatan kolaboratif.

Pernyataan tersebut disampaikan Ramdhani dalam acara Analisis dan Evaluasi Kinerja Semester I Tahun Anggaran 2026 di lingkungan Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sulut di Manado, Rabu. Ia mendorong seluruh jajarannya untuk membangun budaya kerja yang semakin kolaboratif.

"Saya ingin seluruh jajaran membangun budaya kerja yang semakin kolaboratif melalui pendekatan pentahelix," ujar Ramdhani. Pendekatan ini melibatkan sinergi multipihak yang dianggap krusial untuk menjawab kompleksitas tugas keimigrasian.

Dukungan Investasi dan Riset

Ramdhani merinci bahwa sinergi dengan pelaku usaha sangat dibutuhkan untuk mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, perguruan tinggi memiliki peran vital dalam menghasilkan kebijakan berbasis riset dan inovasi.

Keterlibatan masyarakat juga menjadi kunci dalam membangun kesadaran hukum serta menciptakan pengawasan partisipatif. "Kolaborasi berikutnya adalah dengan media sebagai mitra strategis dalam membangun komunikasi publik yang terbuka, edukatif, dan terpercaya," tambahnya.

Imigrasi sebagai Fasilitator Pembangunan

Lebih lanjut, Ramdhani menyebutkan bahwa seluruh pelaksanaan tugas harus selaras dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta mendukung implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026. Ia menekankan posisi strategis Imigrasi yang tidak hanya sebagai gatekeeper atau penjaga gerbang kedaulatan negara.

"Akan tetapi imigrasi juga menjadi facilitator of development yang mendukung investasi, pariwisata, perdagangan internasional, dan pertumbuhan ekonomi nasional," jelasnya. Di saat yang sama, Imigrasi bertanggung jawab memastikan pengawasan orang asing semakin efektif melalui pendekatan intelijen dan analisis risiko.

Ramdhani juga menyoroti tanggung jawab untuk mempercepat transformasi digital layanan keimigrasian. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik serta penguatan tata kelola organisasi yang profesional, adaptif, transparan, dan akuntabel.

Menutup arahannya, Ramdhani berharap forum evaluasi kinerja tersebut menjadi ruang dialog yang terbuka dan konstruktif. "Sampaikan kondisi yang sebenarnya, identifikasi setiap kendala secara jujur, bagikan praktik-praktik terbaik yang telah berhasil dilaksanakan, serta rumuskan langkah-langkah perbaikan yang konkret, terukur, dan dapat segera diimplementasikan," harapnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|