Netanyahu Sesumbar Israel Bakal Serang Iran tanpa AS

1 hour ago 4

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato pada konferensi pers di Yerusalem, 21 Mei 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Rabu mengisyaratkan bahwa Israel dapat melancarkan tindakan militer sepihak terhadap Iran.Ini terlepas dari upaya regional yang sedang berlangsung untuk mencapai kesepakatan diplomatik antara Teheran dan Washington. 

Pernyataan tersebut disampaikan saat para mediator Qatar mengonfirmasi bahwa negosiasi telah mencapai tahap lanjut, dan di saat yang sama Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa upaya untuk menggulingkan Republik Islam tersebut telah gagal. 

Dalam pernyataannya pada hari Rabu, Netanyahu menegaskan tekad Israel untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir, seraya mengisyaratkan bahwa tindakan militer tetap menjadi pilihan terlepas dari perkembangan diplomatik yang ada. 

"Hari ini kita mendengar komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran, Ahmad Vahidi, menyatakan bahwa Iran berniat untuk terus mengembangkan senjata nuklir," klaim Netanyahu. 

"Sebagai perdana menteri Israel, saya bertekad untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir." Sembari menyebut Amerika Serikat sebagai "sekutu terbesar Israel," Netanyahu menambahkan bahwa ia siap melakukan "apa pun yang diperlukan" demi menjamin keamanan Israel.

Pernyataan Netanyahu tersebut disampaikan di tengah berlanjutnya upaya diplomatik yang bertujuan mengakhiri konfrontasi selama berbulan-bulan antara Iran dan Amerika Serikat. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, mengatakan pada hari Selasa bahwa upaya mediasi telah mencapai "tahap lanjut," di mana kedua belah pihak saling bertukar draf usulan seiring berlanjutnya negosiasi menuju kesepakatan yang lebih luas. Ia menyatakan bahwa para mediator kawasan terus menjalin komunikasi dengan semua pihak demi mencapai solusi diplomatik. 

Negosiasi terkini ini menyusul konflik selama berbulan-bulan yang bermula setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada akhir Februari. Sejak saat itu, Pakistan dan Qatar telah memainkan peran utama dalam mediasi, yang menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman pada bulan Juni, sebelum akhirnya negosiasi terhenti akibat sejumlah masalah, termasuk terkait pelayaran di Selat Hormuz.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|