Timnas Irak Desak FIFA Tunda Laga Play-off Piala Dunia 2026

6 hours ago 3

Harianjogja.com, JOGJA–Tim nasional Irak menghadapi krisis menjelang babak play-off kualifikasi Piala Dunia 2026. Pelatih Graham Arnold meminta FIFA menunda pertandingan melawan pemenang Bolivia atau Suriname di Monterrey, Meksiko, pada 31 Maret 2026 karena penutupan wilayah udara di Timur Tengah pasca-eskalasi konflik sejak 28 Februari lalu.

Kondisi ini membuat mobilitas tim lumpuh. Sebagian besar pemain terjebak di Baghdad, sementara Arnold sendiri masih tertahan di Dubai. Selain itu, penutupan beberapa kedutaan besar menghambat pengurusan visa bagi pemain dan staf pendukung menuju Meksiko maupun Amerika Serikat.

Penolakan Perjalanan Darat

FIFA sempat menawarkan alternatif perjalanan darat dari Baghdad ke Istanbul, Turki, yang memakan waktu hingga 25 jam. Namun, Federasi Sepak Bola Irak (IFA) menolak usulan tersebut karena jalur itu melintasi zona bahaya di utara Irak akibat serangan drone dan eskalasi pertempuran. Arnold menegaskan keselamatan pemain menjadi prioritas utama.

“Itu tidak akan menjadi tim terbaik kami, padahal kami membutuhkan kekuatan penuh untuk pertandingan terbesar negara ini dalam 40 tahun terakhir,” ujar pelatih asal Australia dikutip dari Australian Associated Press.

Taruhan Peluang Bersejarah

Bagi "Singa Mesopotamia", laga play-off ini menjadi kesempatan pertama meraih sejarah sejak Piala Dunia 1986. Penundaan dianggap penting agar tim dapat menurunkan skuad penuh, bukan hanya pemain yang berkarier di luar negeri.

Skenario Penundaan dan Alternatif

Irak melobi FIFA untuk menggeser jadwal pertandingan ke Amerika Serikat, satu minggu sebelum kick-off putaran final Piala Dunia pada Juni 2026. Langkah ini dipandang lebih realistis agar pemenang laga bisa langsung melakukan persiapan di lokasi turnamen.

Selain itu, terdapat spekulasi bahwa Irak bisa menggantikan posisi Iran jika negara tetangga itu terpaksa mundur akibat dampak perang. Sebagai tim dengan peringkat tertinggi berikutnya di kualifikasi AFC, posisi Irak kini menjadi sorotan utama.

IFA kini menunggu keputusan cepat dari FIFA yang diharapkan keluar pekan ini. Ketidakpastian jadwal menjadi tekanan tambahan bagi para pemain yang berjuang di tengah kondisi keamanan yang tidak menentu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|