TikTok Batal Ditutup di Kanada, Operasi Lanjut dengan Pengawasan Ketat

3 hours ago 2

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Canada akhirnya mengizinkan TikTok tetap beroperasi setelah sebelumnya sempat terancam dibubarkan pada November 2024.

Keputusan ini diambil setelah platform milik ByteDance menyetujui sejumlah syarat baru terkait perlindungan data pengguna dan pengawasan konten, terutama bagi anak-anak dan remaja.

Pemerintah Kanada menyatakan keputusan tersebut mempertimbangkan perlindungan lapangan kerja lokal serta investasi TikTok di sektor budaya.

Dilansir dari Reuters, Menteri Industri Kanada, Mélanie Joly, mengatakan kesepakatan tersebut didasarkan pada komitmen baru yang bersifat mengikat secara hukum.

Lampu Hijau Setelah Putusan Pengadilan

Sebelumnya pada November 2024, Kementerian Industri Kanada memerintahkan pembubaran bisnis TikTok karena kekhawatiran terhadap risiko keamanan nasional.

Namun pada Januari 2026, Federal Court of Canada membatalkan perintah tersebut dan meminta pemerintah melakukan peninjauan ulang terhadap kebijakan tersebut.

Setelah evaluasi lanjutan, pemerintah akhirnya mengizinkan TikTok tetap memiliki operasional fisik di Kanada dengan pengawasan yang lebih ketat.

Poin Kesepakatan Baru

Dalam kesepakatan terbaru, TikTok menyetujui beberapa kewajiban utama agar tetap bisa beroperasi di Kanada, antara lain:

Perlindungan data: menerapkan sistem keamanan tambahan dan teknologi privasi untuk mencegah akses data tidak sah.

Keamanan pengguna muda: memperkuat perlindungan bagi anak-anak dan remaja dari konten yang tidak sesuai.

Audit independen: menunjuk pemantau pihak ketiga untuk melakukan audit berkala terhadap sistem pengelolaan data.

TikTok menyatakan kesepakatan ini memungkinkan operasional perusahaan tetap berjalan sambil memastikan perlindungan privasi pengguna di Kanada.

Pertimbangan Ekonomi dan Diplomasi

Keputusan ini juga muncul di tengah upaya pemerintah Kanada di bawah Mark Carney untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat hubungan dengan China.

Sebelumnya, investigasi pada September 2025 menemukan bahwa sistem perlindungan data pribadi dan pembatasan akses bagi pengguna anak-anak di TikTok masih belum memadai. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar pemerintah memperketat regulasi terhadap platform tersebut.

Dengan kesepakatan baru ini, perhatian publik kini tertuju pada efektivitas pengawasan independen untuk memastikan TikTok benar-benar mematuhi seluruh komitmen keamanan yang telah disepakati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|