Tak Perlu Terkenal di Bumi, yang Penting Namamu Tercatat di Sini oleh Allah

7 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada doa-doa yang meminta surga, memohon kesehatan, mengharap kemenangan dan kelapangan rezeki.

Namun ada satu doa dalam Alquran yang terasa begitu sunyi, begitu rendah hati, dan justru karena itu begitu menghunjam ke dalam hati.

Doa itu diucapkan oleh orang-orang yang telah menemukan kebenaran, lalu berdiri di hadapannya dengan penuh ketundukan.

Allah mengabadikan doa mereka dalam Surah Al-Maidah ayat 53:

رَبَّنَآ اٰمَنَّا بِمَآ اَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُوْلَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشّٰهِدِيْنَ

Rabbanā āmannā bimā anzalta wattaba‘nar-rasūla faktubnā ma‘asy-syāhidīn.

"Wahai Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang Engkau turunkan dan kami telah mengikuti Rasul. Maka tetapkanlah kami bersama orang-orang yang memberikan kesaksian."

Ayat ini turun ketika sebagian pengikut Nabi Isa alaihissalam mendengar kebenaran Alquran. Hati mereka bergetar. Mata mereka berlinang. Mereka mengenali cahaya yang sama yang dahulu dibawa oleh para nabi.

Dalam Tafsir Ath-Thabari, Tafsir Ibn Katsir, Al-Qurthubi, dan Tafsir Al-Baghawi dijelaskan bahwa ayat ini menggambarkan ketulusan orang-orang yang ketika melihat kebenaran, mereka tidak menolaknya karena fanatisme, tidak pula menolaknya karena kesombongan. Mereka tunduk kepada kebenaran hanya karena ia adalah kebenaran.

Yang pertama kali menyentuh hati dari ayat ini adalah kalimat:

رَبَّنَا آمَنَّا

"Wahai Tuhan kami, kami telah beriman."

Mereka tidak berkata:

"Ya Allah, kami telah memahami."

Mereka tidak berkata:

"Ya Allah, kami telah mengetahui."

Mereka berkata:

"Kami telah beriman."

Karena dalam perjalanan menuju Allah, ilmu adalah cahaya, tetapi iman adalah kehidupan. Betapa banyak orang mengetahui kebenaran, namun tidak mengikutinya.

Betapa banyak orang mampu menjelaskan agama, namun hatinya belum benar-benar tunduk kepada Allah. Maka orang-orang saleh selalu memulai dari tempat yang paling mendasar:

"Ya Allah, kami percaya kepada-Mu."

Lalu mereka melanjutkan:

وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ

"Dan kami telah mengikuti Rasul."

Di sinilah kejujuran iman diuji. Iman bukan sekadar keyakinan yang bersemayam dalam dada.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|