Sultan Jogja Beri Pesan untuk Veda dan Mario Aji Jelang GP Mandalika

23 hours ago 9

Sultan Jogja Beri Pesan untuk Veda dan Mario Aji Jelang GP Mandalika

Pebalap asal DIY, Veda Ega (dua kanan) bersama Komisaris Utama Mandalika Grand Prix of Indonesia 2026, Marrel Suryokusumo (tengah) dan Gubernur DIY, Sultan HB X (kiri) menjawab pertanyaan wartawan sesuai agenda makan malam di Kraton Kilen, Minggu (19/7/2026). /Dokumentasi Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA—Pebalap muda asal Daerah Istimewa Jogja (DIY), Veda Ega Pratama, memohon doa restu kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menjelang penampilannya pada Grand Prix (GP) Mandalika 2026. Didampingi pebalap Indonesia Mario Aji, Veda menemui Sultan di Kraton Kilen, Minggu (19/7/2026) malam, sebagai bagian dari persiapan menghadapi balapan internasional yang akan digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 9-11 Oktober 2026.

Pertemuan berlangsung sekitar dua jam. Dalam suasana hangat tersebut, Sultan HB X menjamu kedua pebalap muda Indonesia itu dengan makan malam sekaligus memberikan motivasi sebelum mereka melanjutkan rangkaian latihan menuju GP Mandalika.

Sultan HB X Tekankan Mental Juara

Sultan HB X menilai tantangan yang akan dihadapi Veda Ega dan Mario Aji bukanlah hal mudah karena keduanya bakal bersaing dengan pebalap-pebalap terbaik dunia. Namun, menurutnya, rasa takut tidak boleh mengalahkan semangat bertanding.

"Jangan karena sudah pilihannya jadi pembalap, jangan mengatakan, 'Wah itu susah, itu berat, tidak bisa.' Ya wes kalah sebelum bertanding. Tapi bagaimana dia punya motivasi untuk survive," kata Sultan.

Sultan menjelaskan tekanan dan kekhawatiran merupakan bagian yang juga dirasakan oleh setiap pembalap, termasuk mereka yang sudah menyandang status juara dunia. Karena itu, kedua pebalap Indonesia diminta tetap percaya diri saat menghadapi lawan dari berbagai negara.

"Kenapa kita harus berhati kecil? Tidak. Sama saja risikonya, siapa yang akan juara juga bisa bergantian. Jadi kita harus fight," ujarnya.

Menurut Sultan, faktor utama yang menentukan keberhasilan seorang atlet berasal dari dorongan dalam dirinya sendiri. Dukungan pemerintah maupun masyarakat hanya menjadi penguat dalam perjalanan mereka.

"Motivasi untuk fight itu ada pada dirinya sendiri, bukan kami-kami ini. Kami-kami itu hanya mendukung," kata Sultan.

Veda Ega: Bangga Bertemu Ngarso Dalem

Veda Ega mengaku bersyukur mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Sultan HB X sebelum menjalani agenda balap internasional. Pebalap asal Gunungkidul itu menyampaikan apresiasi atas dukungan yang selama ini diterimanya.

"Ya, senang dan bangga bisa dikasih kesempatan malam ini ketemu dengan Ngarso Dalem. Terima kasih untuk dukungannya selama ini," kata Veda.

Ia mengatakan fokus persiapannya saat ini adalah meningkatkan intensitas latihan sekaligus memperkuat mental, mengingat GP Mandalika akan berlangsung di hadapan publik Indonesia.

"Kami akan maksimalkan persiapan dan semoga hasilnya baik," kata Veda.

Jalani Latihan di Mandalika hingga Eropa

Usai bertemu Sultan HB X, Veda Ega dan Mario Aji dijadwalkan bertolak dari Jogja menuju Sirkuit Mandalika untuk menjalani sesi latihan.

Setelah menyelesaikan agenda di Indonesia, keduanya akan melanjutkan program latihan dan balapan di Inggris serta Spanyol sebelum kembali tampil pada GP Mandalika 2026 yang berlangsung Oktober mendatang.

Sebelum bersilaturahmi dengan Sultan, Veda dan Mario lebih dahulu menyapa para penggemar dalam acara jumpa fan di Monumen Serangan Oemoem (SO) 1 Maret, Jogja, Minggu sore. Dalam kesempatan tersebut, keduanya memaparkan kesiapan sekaligus target menghadapi seri balap bergengsi tersebut.

Indonesia Dinilai Memiliki Talenta Balap Besar

Komisaris Utama Mandalika Grand Prix of Indonesia 2026, Marrel Suryokusumo, menilai Indonesia memiliki banyak pembalap berbakat yang mampu bersaing di level internasional. Menurutnya, Veda Ega dan Mario Aji menjadi representasi talenta balap nasional saat ini.

"Bangga. Karena yang namanya balapan Indonesia punya talentanya. Jadi bagaimana kami bisa memupuknya dan Indonesia sekarang diwakili Mario dan Veda ini," kata Gusti Marrel.

Ia berharap seluruh program latihan yang dijalani kedua pebalap dapat memberikan hasil maksimal. Marrel juga menilai kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan terbesar ketika berlaga di Indonesia.

"Yang namanya balap di Indonesia yang berat adalah cuaca. Fisik itu perlu. Semoga pembalap-pembalap kami bisa unggul karena main di Indonesia," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|