(Ilustrasi) Nasabah menunjukkan informasi mengenai program Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) Seri 006 yang ditawarkan salah satu bank Syariah di Jakarta, Jumat (10/10/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Instrumen syariah seperti sukuk mulai dilirik korporasi di tengah gejolak global. Skema ini dinilai lebih stabil dan kompetitif dibanding pembiayaan konvensional.
Di tengah ketidakpastian pasar, perusahaan mencari sumber pendanaan dengan risiko terukur. Sukuk pun mulai jadi alternatif yang semakin diperhitungkan. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat total penerbitan surat utang korporasi pada kuartal I 2026 mencapai Rp59,4 triliun. Angka ini tumbuh 26,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari total tersebut, penerbitan obligasi dan sukuk mencapai Rp52,4 triliun. Sementara kontribusi sukuk sebesar Rp11,4 triliun, menandakan instrumen syariah tetap mengambil porsi penting.
Kepala Divisi Riset Ekonomi Pefindo Suhindarto mengatakan, kondisi suku bunga yang masih kondusif menjadi momentum bagi perusahaan untuk mencari pendanaan.
“Dengan kondisi suku bunga yang masih cukup kondusif, biaya dana dari pasar surat utang termasuk sukuk masih lebih murah dibandingkan pembiayaan perbankan,” ujar Suhindarto dalam Taklimat Media yang digelar daring, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, situasi pasar yang fluktuatif membuat investor cenderung mencari instrumen yang lebih stabil. Surat utang korporasi, termasuk sukuk, dinilai masih menawarkan imbal hasil menarik.
“Investor saat ini mencari alternatif yang lebih stabil. Surat utang korporasi, termasuk sukuk, masih menawarkan imbal hasil yang menarik dengan risiko yang relatif terukur,” katanya.
Ia menambahkan, dana hasil penerbitan surat utang kini banyak digunakan untuk modal kerja dan investasi. Hal ini menunjukkan aktivitas bisnis tetap berjalan meski tekanan global meningkat.
Namun tekanan mulai terlihat sejak Maret, seiring kenaikan yield akibat gejolak geopolitik. Kondisi ini berpotensi meningkatkan biaya dana ke depan.
Meski begitu, kebutuhan pembiayaan yang tinggi dan minat investor yang masih kuat membuat sukuk diperkirakan tetap diminati sepanjang 2026.

5 hours ago
6

















































