Siaga Bencana Diperpanjang, Gunungkidul Waspada Cuaca Ekstrem

6 hours ago 2

Siaga Bencana Diperpanjang, Gunungkidul Waspada Cuaca Ekstrem Tugu Selamat Datang Gunungkidul. / ist

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul memutuskan memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga akhir April 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di penghujung musim hujan.

Perpanjangan status tersebut didasarkan pada prakiraan cuaca dari BMKG dan Pemerintah Daerah DIY yang menunjukkan bahwa kondisi cuaca belum sepenuhnya stabil. Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menyebutkan bahwa status siaga sebelumnya telah berakhir pada 31 Maret 2026.

Namun, setelah dilakukan kajian lanjutan, BPBD memutuskan untuk memperpanjang status siaga selama satu bulan hingga 30 April 2026.

“Kita perpanjang selama satu bulan hingga 30 April mendatang,” kata Purwono, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana, khususnya di masa transisi menuju musim kemarau. Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Gunungkidul diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada dasarian ketiga April.

Dengan status siaga darurat yang diperpanjang, BPBD berharap kesiapsiagaan dapat ditingkatkan, termasuk optimalisasi langkah mitigasi dan penanganan bencana. Selain itu, personel tim reaksi cepat juga telah disiapkan untuk merespons kejadian darurat di lapangan.

“Sebagai bentuk kesiapsiagaan, personel BPBD sudah disiapkan untuk diterjunkan pada saat terjadi musibah yang dapat terjadi kapan saja,” ujarnya.

BPBD Gunungkidul juga telah melakukan pemetaan wilayah rawan bencana. Untuk potensi banjir, wilayah yang perlu diwaspadai berada di sepanjang aliran Kali Oya dan sejumlah titik di Kapanewon Girisubo.

Sementara itu, potensi tanah longsor mendominasi kawasan utara Gunungkidul, meliputi Kapanewon Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin, dan Ponjong. Adapun potensi angin kencang diperkirakan dapat terjadi di hampir seluruh wilayah Gunungkidul.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, menambahkan bahwa perpanjangan status ini juga menjadi respons terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.

Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan saluran air guna mengurangi risiko banjir, serta memangkas pohon yang sudah terlalu rindang untuk menghindari dampak angin kencang. Selain itu, masyarakat diminta rutin memantau informasi cuaca terkini sebagai langkah antisipasi.

“Yang tak kalah penting adalah terus memperbarui info cuaca terkini dari BMKG sebagai acuan. Tetap berhati-hati dan waspada agar dampak dari terjadinya bencana bisa ditekan sekecil mungkin,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|