
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa keputusan terkait perundingan nuklir antara Washington dan Teheran sepenuhnya berada di tangan pemerintah AS. Karena itu, Israel disebut harus menerima hasil kesepakatan apa pun yang nantinya berhasil dicapai dengan Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah setelah Iran meluncurkan rudal balistik ke sejumlah target di Israel. Meski situasi keamanan kembali memanas, Trump memastikan upaya diplomasi terkait program nuklir Iran tetap berjalan dan tidak akan terpengaruh oleh insiden tersebut.
Dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan harian Financial Times yang berbasis di Inggris, Minggu (7/6/2026), Trump menegaskan bahwa otoritas penentuan kebijakan luar negeri Amerika Serikat berada di bawah kendalinya, termasuk dalam proses negosiasi dengan Teheran.
Saat ditanya mengenai sikap Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan nuklir baru, Trump menegaskan bahwa Israel tidak memiliki banyak pilihan selain menerima keputusan yang dihasilkan Washington.
"Dia tidak punya pilihan lain," kata Trump. "Saya yang menentukan. Saya yang menentukan semuanya. Bukan dia yang menentukan."
Ketegangan Timur Tengah Tak Gagalkan Diplomasi
Pernyataan Trump muncul setelah Iran menembakkan rudal balistik ke sejumlah sasaran di Israel. Serangan tersebut disebut sebagai pelanggaran paling serius terhadap gencatan senjata yang sebelumnya tercapai pada awal April.
Meski demikian, Trump menegaskan bahwa eskalasi militer tersebut tidak akan mengubah arah negosiasi yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, keberhasilan atau kegagalan kesepakatan akan ditentukan oleh substansi pembicaraan, bukan oleh perkembangan terbaru di lapangan.
"Ini (serangan rudal) tidak akan berdampak pada kesepakatan tersebut," ujarnya. "Kesepakatan itu bisa saja berhasil berdasarkan substansinya sendiri, atau tidak, namun serangan rudal itu tidak akan memengaruhinya."
Sebelumnya, seusai serangan rudal tersebut, Trump juga menyampaikan kepada stasiun televisi Fox News bahwa dirinya akan meminta Netanyahu untuk tidak melakukan aksi balasan terhadap Iran.
Sejumlah laporan dari Axios dan media Israel kemudian menyebutkan bahwa Trump dan Netanyahu telah melakukan komunikasi melalui telepon guna membahas perkembangan situasi pascaserangan tersebut.
Opsi Militer Masih Terbuka
Meski tetap mengedepankan jalur diplomasi, Trump tidak menutup kemungkinan mengambil langkah yang lebih keras apabila perundingan nuklir dengan Iran gagal mencapai kesepakatan.
Menurut dia, pemerintah AS memiliki sejumlah opsi, mulai dari memperketat tekanan ekonomi hingga mempertimbangkan tindakan militer.
"Itu berarti mungkin kami akan masuk dan menyelesaikan bagian yang belum kami tangani secara militer," katanya.
Trump juga menilai bahwa blokade ekonomi dalam banyak kasus justru memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan operasi militer secara langsung.
Iran Kaitkan Kesepakatan dengan Situasi Lebanon
Ketegangan terbaru di kawasan juga dipicu oleh serangkaian serangan Israel terhadap sejumlah target di Lebanon yang tetap terjadi meskipun beberapa kali telah diberlakukan gencatan senjata dengan mediasi Amerika Serikat.
Salah satu serangan terbaru menyasar posisi Hizbullah di Beirut, ibu kota Lebanon, pada Minggu. Peristiwa tersebut kemudian memicu respons berupa serangan rudal dari Iran.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa terciptanya gencatan senjata permanen oleh Israel di Lebanon menjadi salah satu syarat penting bagi kemajuan hubungan dengan Washington. Teheran menilai stabilitas di kawasan harus menjadi bagian dari setiap kesepakatan yang dibangun bersama Amerika Serikat.
Di tengah situasi yang masih dinamis, pemerintah AS tetap melanjutkan upaya diplomatik dengan Iran sembari memantau perkembangan keamanan di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan dan pasar global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































