Jumali Sabtu, 01 Agustus 2026 21:17 WIB
Harianjogja.com, JOGJA—Qualcomm baru saja melontarkan pernyataan yang mengubah arah rumor mengenai modem iPhone 18 Pro.
CEO Qualcomm, Cristiano Amon, mengakui bahwa kontribusi perusahaannya untuk lini iPhone generasi berikutnya akan menyusut lebih cepat dari perkiraan. Dalam laporan keuangan kuartal fiskal ketiga 2026, Amon menyatakan pendapatan dari bisnis Apple akan menurun drastis mulai kuartal berikutnya karena porsi komponen Qualcomm di iPhone baru diperkirakan berada jauh di bawah 20%.
"Kami semacam mengganti Apple dengan pusat data," ujar Amon, dikutip dari 9to5Mac.
Pernyataan ini memicu spekulasi baru bahwa Apple mungkin akan lebih agresif menggunakan modem buatan sendiri, C2, di iPhone 18 Pro, mengubah arah rumor yang sebelumnya beredar.
Sebelum pernyataan Qualcomm ini, rumor dari dokumen internal Tata yang bocor menyebutkan Apple akan menerapkan strategi dual-sourcing modem pada iPhone 18 Pro. Menurut skenario itu, model untuk pasar Amerika Serikat akan memakai modem Qualcomm Snapdragon X80 karena dukungannya terhadap jaringan 5G mmWave, sementara wilayah lain akan menggunakan modem Apple C2.
Namun, pernyataan Qualcomm yang menyebut pangsa komponen mereka "jauh di bawah 20%" membuat skenario tersebut dipertanyakan. Jika pangsa Qualcomm hanya tinggal sedikit, kecil kemungkinan mereka masih memasok modem untuk iPhone Pro dan Pro Max di pasar sebesar Amerika Serikat. Analis menduga bahwa dokumen Tata yang bocor mungkin sudah usang atau tidak mencerminkan rencana final Apple.
Dari sisi bisnis, Qualcomm memang sedang menghadapi masa transisi. Divisi chipset smartphone mereka membukukan pendapatan sekitar USD5,09 miliar (Rp91,8 triliun) pada kuartal terakhir, turun 20% dibandingkan tahun sebelumnya.
Techtime mengungkapkan, penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya penggunaan modem buatan Apple sendiri. Amon menjelaskan penurunan ini lebih disebabkan oleh ketersediaan pasokan (availability of supply) di tengah ketidakpastian rantai pasok semikonduktor global, yang mempercepat transisi Apple ke modem C2.
Meskipun masih ada kemungkinan Apple mempertahankan modem Qualcomm untuk beberapa pasar, pernyataan ini memperkuat keyakinan bahwa Apple bergerak cepat menuju kemandirian. Pengembangan modem internal adalah bagian dari strategi jangka panjang Apple untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal, mirip dengan transisi dari prosesor Intel ke Apple Silicon pada lini Mac. Dengan mengendalikan modem, Apple berpotensi mengoptimalkan integrasi hardware dan software, meningkatkan efisiensi daya, dan mengurangi biaya lisensi.
Menariknya, Qualcomm tidak terlihat terlalu khawatir dengan hilangnya bisnis Apple. Perusahaan menargetkan pendapatan sekitar USD5 miliar (Rp90,1 triliun) dari bisnis data center pada tahun fiskal 2027, dan USD15 miliar pada 2029, sebagai bagian dari diversifikasi di luar pasar smartphone. Sektor otomotif juga menjadi fokus, dengan pendapatan rekor yang tumbuh 61% year-over-year di kuartal terakhir. "Kami telah mengganti Apple dengan pusat data," tegas Amon, menunjukkan optimisme di tengah tekanan.
Hingga saat ini, baik Apple maupun Qualcomm belum memberikan konfirmasi resmi mengenai konfigurasi modem iPhone 18 Pro. Konfigurasi modem pada iPhone 18 Pro masih menjadi salah satu aspek yang belum dipastikan menjelang peluncurannya yang diperkirakan berlangsung pada September 2026. Keputusan Apple apakah akan sepenuhnya beralih ke C2 atau tetap mempertahankan Qualcomm di pasar tertentu akan menjadi salah satu narasi paling menarik yang dinantikan para penggemar teknologi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































