Selain Hari Polwan, Ini Peringatan 1 September di Dunia yang Jarang Diketahui

5 hours ago 3

Jumali

Jumali Selasa, 01 September 2026 06:37 WIB

Selain Hari Polwan, Ini Peringatan 1 September di Dunia yang Jarang Diketahui

Seorang Polwan Polres Kulonprogo memberikan sembako kepada salah satu penyandang disabilitas di Kulonprogo, Selasa (16/6/2020)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara\n

Harianjogja.com, JOGJA—Tanggal 1 September ternyata menyimpan sejumlah momen penting yang diperingati baik di tingkat nasional maupun internasional. Di Indonesia, tanggal ini menjadi hari istimewa bagi korps kepolisian, sementara di dunia internasional, ada peringatan yang mengajak kita untuk kembali menulis surat dengan tangan, merayakan permainan catur, hingga mengingatkan para ibu untuk meluangkan waktu bagi diri sendiri. Apa saja peringatan yang jatuh pada 1 September? Berikut ulasan lengkapnya.

Peringatan paling dikenal di Indonesia pada 1 September adalah Hari Polisi Wanita atau Hari Polwan. Setiap tahunnya, tanggal ini diperingati sebagai momentum bergabungnya perempuan dalam jajaran kepolisian. Pada tahun 2023, perayaan ulang tahun Korps Srikandi Bhayangkara ini mengangkat tema: "POLRI Presisi untuk Negeri: Polwan Siap Mendukung Pemilu Damai Menuju Indonesia Maju".

Sejarah lahirnya Polwan bermula pada tahun 1948. Kala itu, kepolisian menemukan kesulitan dalam melakukan pemeriksaan terhadap korban, tersangka, dan saksi wanita, terutama dalam hal pemeriksaan fisik pada kasus-kasus tertentu. Akibatnya, polisi sering kali meminta bantuan istri-istri polisi dan pegawai sipil wanita untuk melaksanakan pemeriksaan fisik. Situasi ini mendorong lahirnya gagasan untuk melibatkan perempuan secara formal dalam kepolisian.

Di Bukittinggi, organisasi wanita dan organisasi wanita Islam mengusulkan agar perempuan juga dilibatkan dalam pendidikan kepolisian untuk mengatasi persoalan tersebut. Cabang Djawatan Kepolisian Negara untuk Sumatera yang bermarkas di Bukittinggi memberikan peluang kepada wanita-wanita terpilih untuk menjalani pendidikan polisi. Pada tanggal 1 September 1948, enam siswi wanita secara resmi dimasukkan dalam pendidikan inspektur polisi di SPN (Sekolah Polisi Negara) Bukittinggi, bersama dengan 44 siswa laki-laki. Sejak saat itulah, tanggal 1 September ditetapkan sebagai hari lahirnya Polwan.

Keenam Polwan pertama Indonesia tersebut adalah:

  • Mariana Saanin
  • Nelly Pauna
  • Rosmalina Loekman
  • Dahniar Sukotjo
  • Djasmainar
  • Rosnalia Tahera
  • Nama-nama ini menjadi bagian penting dari sejarah kepolisian Indonesia dan dikenang sebagai pelopor yang membuka jalan bagi perempuan untuk berkarier di institusi kepolisian.

Di tingkat internasional, tanggal 1 September juga diperingati sebagai World Letter Writing Day atau Hari Penulisan Surat Sedunia. Peringatan ini merupakan ajakan bagi setiap orang untuk mengambil pena dan menulis surat secara langsung di atas kertas. Richard Simpkin menginisiasi Hari Penulisan Surat Sedunia pada tahun 2014. Sebagai bentuk peringatan, ia mengunjungi sekolah-sekolah untuk mengadakan kegiatan menulis surat bersama anak-anak. Ia pun mendorong anak-anak dan orang dewasa untuk beristirahat sejenak dari media sosial dan menulis surat kepada seseorang.

Menurut Simpkin, ketika menulis secara langsung di atas kertas, seseorang menjadi lebih ekspresif dibandingkan dengan menulis teks melalui surel atau media online lainnya. Meskipun Hari Menulis Surat Sedunia jatuh pada 1 September, tetapi kegiatan menulis surat bisa dilakukan kapan saja, tidak terbatas pada tanggal tersebut. Peringatan ini menjadi pengingat akan kehilangan seni menulis tangan di tengah kemudahan komunikasi digital.

Selain itu, tanggal 1 September juga diperingati sebagai Lazy Mom Day atau Hari Ibu Malas. Peringatan ini mungkin terdengar kontroversial, namun sebenarnya bukanlah perayaan untuk menganjurkan sikap malas pada para ibu. Sebaliknya, Lazy Mom Day justru menjadi dorongan bagi para ibu yang bekerja keras untuk meluangkan waktu bagi diri mereka sendiri. Peringatan ini mengingatkan bahwa para ibu juga berhak mendapatkan ketenangan dan melakukan apa pun yang mereka sukai sebagai bentuk perawatan diri.

Peringatan internasional lain yang jatuh pada 1 September adalah American Chess Day atau Hari Catur Amerika. Dikutip dari nationaltoday.com, peringatan ini diciptakan pada tahun 1994 untuk memberikan penghormatan kepada permainan catur yang telah menjadi favorit selama lebih dari 1.500 tahun. Catur merupakan permainan yang mengasyikkan dan menantang, bisa dimainkan oleh berbagai kalangan, dari pemula hingga grand master. Permainan ini juga mampu melatih daya pikir, meningkatkan kemampuan berpikir strategis, serta mengasah konsentrasi.

Tanggal 1 September memang hari yang istimewa dengan beragam peringatan, mulai dari momen bersejarah bagi kepolisian Indonesia, ajakan kembali menulis surat dengan tangan, pengingat bagi para ibu untuk merawat diri, hingga perayaan permainan catur yang telah berusia berabad-abad. Setiap peringatan memiliki makna dan pesannya masing-masing, mengajak kita untuk merenung, beraktivitas, atau sekadar menghargai hal-hal kecil dalam kehidupan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|