Arsip 13 TB Steam Bocor, Begini Isi Game Valve yang Tak Dirilis

4 hours ago 2

Harianjogja.com, JOGJA—Dunia gaming dikejutkan dengan bocornya arsip data raksasa dari Steam, platform distribusi game milik Valve Corporation. Arsip berukuran fantastis, mencapai 12 GB hingga 13 TB (13.000 GB), dilaporkan tersebar di internet dan menjadi perbincangan hangat di kalangan komunitas gamer. 

Yang membuat heboh, data tersebut bukan sekadar arsip biasa, melainkan berisi berbagai game yang didistribusikan melalui Steam pada periode 2003 hingga 2013, termasuk sejumlah game buatan Valve yang tidak pernah dirilis ke publik. Lantas, apa saja temuan menarik dari kebocoran data bersejarah ini?

Salah satu temuan paling mencuri perhatian adalah model senjata 3D bernama "Weaponizer". Senjata ini diduga kuat merupakan konsep yang dirancang untuk Half-Life 2: Episode 3, proyek legendaris dari Valve yang hingga kini tak kunjung dirilis. 

TomsHardware melaporkan, Weaponizer dirancang dengan kemampuan unik, yakni mengubah berbagai objek di sekitar menjadi amunisi. Konsep ini sebelumnya sempat diperlihatkan Valve kepada publik dan ditemukan dalam versi atau build awal Portal 2, di mana senjata ini disebut-sebut sempat menjadi mekanisme pengganti senjata di game tersebut.

Selain Half-Life 2: Episode 3, arsip 13 TB itu juga menyimpan build awal Portal 2. Versi yang ditemukan kabarnya adalah build Juli 2009 yang masih menggunakan konsep "Core Hub". Dalam versi awal ini, sistem kecerdasan buatan (AI) GLaDOS digambarkan memiliki peran yang lebih pasif dibandingkan versi finalnya. Terdapat pula voice line dan animasi yang berbeda, serta sejumlah aset dari Team Fortress dan Half-Life yang digunakan sebagai aset sementara dalam pengembangan. Tak hanya itu, ditemukan pula aset "F-Stop", yang merupakan konsep awal prekuel Portal yang mengandalkan kamera sebagai mekanisme utama gameplay.

Arsip yang bocor juga menyimpan build Left 4 Dead dari Juni 2008. Versi awal game zombie populer ini disebut memiliki sistem tampilan game (HUD), voice line, peta, dan aset yang berbeda dari versi final yang dirilis ke publik. Beberapa asetnya bahkan disebut berasal dari "Terror Strike", suatu mode modifikasi (mod) untuk game peperangan Counter-Strike: Condition Zero. Temuan ini memberikan gambaran bagaimana proses pengembangan Left 4 Dead sebelum mencapai bentuk akhirnya.

Bagi penggemar Counter-Strike, kebocoran data ini juga menyimpan kejutan. Gamer dilaporkan menemukan data pengembangan Counter-Strike: Global Offensive (CS:GO) versi awal yang disebut sangat berbeda dari versi akhirnya. Beberapa temuan menarik meliputi senjata "MP5-Active" yang diduga sempat direncanakan untuk CS, model pisau awal, mekanisme granat yang dipotong dari versi final, serta senjata "Riot Shield" yang sebelumnya muncul di Counter-Strike 1.6. Temuan ini membuka jendela ke masa lalu tentang apa yang sempat dipertimbangkan oleh para pengembang sebelum menentukan arah final game.

Menariknya, data yang bocor tidak hanya berisi game buatan Valve. Arsip tersebut juga kabarnya menyimpan build beta dari Sonic 4 Episode 2, yang mengindikasikan bahwa arsip Valve ini mencakup game dari pihak ketiga (third party) yang pernah didistribusikan melalui Steam. Ini menunjukkan bahwa kebocoran data ini bukan sekadar arsip internal Valve, melainkan potret sejarah distribusi game di era awal Steam.

Perlu dicatat, meskipun disebut sebagai kebocoran, insiden ini bukan disebabkan oleh peretasan atau serangan siber terhadap Valve. Menurut berbagai laporan di internet, data tersebut diduga dapat diakses karena adanya titik akses (endpoint) pada infrastruktur Steam lama yang masih terbuka untuk publik. Dari endpoint tersebut, para pengarsip kemudian mengekstrak data dalam jumlah besar.

Arsip tersebut berasal dari era Steam2, sistem yang digunakan Valve sebelum beralih ke SteamPipe sekitar tahun 2013. Pada masa Steam2, Valve menggunakan format NCF (No-Cache File) dan GCF (Grid Cache File) untuk mendistribusikan game. Sistem tersebut kemudian digantikan oleh sistem berbasis struktur file HTTP melalui SteamPipe. Karena berasal dari periode tersebut, data berukuran hingga 13 TB itu menjadi semacam arsip perkembangan Steam dan game yang pernah didistribusikan melalui platform tersebut.

Sejumlah file yang ditemukan bahkan berasal dari versi pengembangan game yang tidak pernah dirilis ke publik, seperti Half-Life 2: Episode 3 yang telah disebutkan sebelumnya. Meskipun data ini kini tersebar luas di internet, Valve sejauh ini belum memberikan pernyataan resmi mengenai arsip yang bocor tersebut. Yang jelas, data yang tersebar ini merupakan arsip lama, dan konten paling baru yang diketahui berada di dalam arsip tersebut berasal dari lebih dari 13 tahun lalu, sehingga dampaknya terhadap operasional Steam saat ini diperkirakan minimal.

Bagi para gamer dan penggemar sejarah game, kebocoran ini seperti menemukan harta karun. Akses ke build awal game-game ikonik, aset yang tidak pernah dirilis, dan konsep-konsep yang ditinggalkan memberikan wawasan berharga tentang proses kreatif di balik pengembangan game. Meskipun Valve belum buka suara, komunitas game di seluruh dunia terus menggali dan mendiskusikan temuan-temuan menarik dari arsip 13 TB yang mengubah cara kita memandang sejarah game klasik.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|