Jonatan Christie Hadapi Ujian Pertama sebagai Nomor 1 Dunia

3 hours ago 2

Jumali

Jumali Selasa, 01 September 2026 08:27 WIB

Jonatan Christie Hadapi Ujian Pertama sebagai Nomor 1 Dunia

Pebulu tangkis Indonesia Jonatan Christie/Antara

Harianjogja.com, JOGJA—Status sebagai tunggal putra nomor satu dunia akan langsung diuji Jonatan Christie di China Masters 2026. Pebulu tangkis Indonesia itu dijadwalkan menghadapi wakil Malaysia, Leong Jun Hao, pada babak pertama turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut di Shenzhen, 1–6 September 2026.

China Masters menjadi turnamen pertama Jonatan setelah resmi menempati peringkat teratas dunia sejak 25 Agustus 2026. Posisi tersebut diraih setelah pemain yang akrab disapa Jojo itu mengoleksi 87.631 poin, unggul tipis atas Christo Popov dari Prancis yang memiliki 87.002 poin dan Kunlavut Vitidsarn dari Thailand dengan 86.915 poin.

Jonatan sebelumnya berada di peringkat ketiga. Tambahan posisi tersebut membuat pemain kelahiran Jakarta itu naik dua tingkat sekaligus menggeser Popov dari posisi teratas.

Pencapaian Jonatan juga mengakhiri penantian Indonesia selama 26 tahun untuk kembali memiliki tunggal putra di peringkat satu dunia. Sebelum Jonatan, posisi tersebut terakhir ditempati legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat, pada 2000.

Jonatan Jadi Unggulan Pertama di China Masters

Perubahan posisi di ranking dunia turut menempatkan Jonatan sebagai unggulan pertama sektor tunggal putra China Masters 2026. Status tersebut akan langsung membawanya menghadapi Leong Jun Hao pada pertandingan pembuka.

Dari tujuh pertemuan sebelumnya, Jonatan memiliki catatan positif dengan keunggulan 4-3 atas pemain Malaysia tersebut. Rekor itu menjadi salah satu catatan yang akan mengiringi pertandingan pertama Jonatan dalam status barunya sebagai pemain nomor satu dunia.

Namun, Jonatan tidak datang ke Shenzhen dengan modal hasil terbaik dari turnamen sebelumnya. Pada Kejuaraan Dunia 2026 di New Delhi, India, perjalanannya terhenti pada babak 16 besar setelah dikalahkan wakil Denmark, Rasmus Gemke.

Pertandingan tersebut berlangsung dalam tiga gim. Jonatan sempat memenangi gim pertama dengan skor 21-11, tetapi Gemke membalikkan keadaan pada dua gim berikutnya dengan kemenangan 13-21 dan 18-21.

Hasil itu menjadi bagian dari konteks yang membuat China Masters memiliki arti penting bagi Jonatan. Turnamen di Shenzhen menjadi kesempatan baginya untuk kembali menjaga ritme pertandingan setelah kegagalan melangkah lebih jauh di Kejuaraan Dunia, sekaligus menjalani pertandingan pertamanya setelah berada di puncak ranking dunia.

China Masters Masuk Program Menuju Asian Games

Keikutsertaan Jonatan di China Masters 2026 juga berkaitan dengan program pemain Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pengurus Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tetap menurunkan sejumlah pemain karena kebutuhan setiap atlet tidak sama.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PBSI Eng Hian menjelaskan pemain yang tetap dikirim ke China Masters memiliki kebutuhan untuk mempertahankan atau menambah poin peringkat dunia. Turnamen tersebut juga dibutuhkan untuk menjaga pengalaman bertanding dan ritme permainan sebelum memasuki Asian Games.

“Sekaligus menjaga match feel dan ritme pertandingan sebelum Asian Games," ujar Eng Hian dilansir dari Antara.

China Masters menjadi bagian dari rangkaian pengaturan program pemain Indonesia menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Karena itu, keputusan untuk tetap tampil atau tidak dalam turnamen tersebut disesuaikan dengan kebutuhan program masing-masing pemain.

Jonatan menjadi satu-satunya tunggal putra Indonesia yang tetap tampil di China Masters. Sebelumnya, PBSI menarik Alwi Farhan dari turnamen tersebut sebagai bagian dari penyesuaian program persiapan menuju Asian Games.

Dengan demikian, perhatian pada sektor tunggal putra Indonesia di Shenzhen akan tertuju kepada Jonatan. Pertandingan melawan Leong Jun Hao menjadi laga pertama yang harus dijalani pemain Indonesia tersebut setelah statusnya berubah menjadi tunggal putra nomor satu dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|