Saudi Ungkap Temuan 110 Juta Ton Bijih Uranium dan Tanah Jarang di Madinah

5 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH — Arab Saudi menemukan sekitar 110 juta ton bijih yang mengandung mineral tanah jarang (rare earth) dan uranium di kawasan Jabal Sayid, wilayah Madinah. Temuan ini diumumkan hanya beberapa bulan setelah Riyadh dan Washington memperkuat kerja sama di bidang energi nuklir sipil.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengungkapkan temuan tersebut dalam Sidang Umum Reguler ke-70 Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

“Eksplorasi dan kajian geologi di proyek Jabal Sayid di Madinah mengungkapkan sumber daya yang diperkirakan sekitar 110 juta ton bijih dengan konsentrasi tinggi mineral tanah jarang, terutama unsur-unsur berat, disertai konsentrasi uranium yang menjanjikan,” kata Pangeran Abdulaziz dilansir Arab News, Senin.

Temuan tersebut berpotensi memperkuat ambisi Arab Saudi untuk membangun kapasitas energi nuklirnya sekaligus menguasai rantai pasok mineral strategis.

Momentum itu muncul setelah Amerika Serikat dan Arab Saudi menandatangani kesepakatan kerja sama nuklir sipil pada 22 Juli. Kesepakatan ditandatangani Menteri Energi AS Chris Wright dan Pangeran Abdulaziz.

Departemen Energi AS menyebut kesepakatan tersebut menjadi landasan hukum bagi kemitraan bernilai miliaran dolar yang akan berlangsung selama beberapa dekade. Kesepakatan itu juga membuka akses lebih besar bagi perusahaan-perusahaan AS terhadap program energi nuklir sipil Arab Saudi.

Yang membuat temuan Jabal Sayid strategis bukan hanya volumenya, tetapi kombinasi dua jenis sumber daya yang terdapat di kawasan tersebut. Selain kandungan mineral tanah jarang dalam konsentrasi tinggi, eksplorasi juga menemukan uranium dalam jumlah yang dinilai menjanjikan.

Analisis Center for Strategic and International Studies (CSIS), yang mengutip data Kementerian Perindustrian dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi serta perusahaan tambang negara Maaden, memperkirakan Jabal Sayid memiliki sekitar 31 ribu ton sumber daya uranium.

Lokasi tersebut juga diperkirakan mengandung sekitar 552 ribu ton mineral tanah jarang berat, seperti disprosium dan terbium, serta sekitar 355 ribu ton mineral tanah jarang ringan, termasuk neodimium dan praseodimium.

Kombinasi tersebut memiliki arti strategis. Uranium merupakan bahan baku penting dalam siklus bahan bakar nuklir, sementara mineral tanah jarang dibutuhkan untuk berbagai teknologi maju, mulai dari kendaraan listrik dan elektronik hingga turbin angin serta sistem pertahanan.

CSIS menilai kombinasi sumber daya tersebut menempatkan Arab Saudi pada posisi yang unik untuk mengembangkan siklus bahan bakar nuklirnya sendiri. Riyadh juga berpotensi memasok sebagian material strategis ke Amerika Serikat.

Jabal Sayid berada sekitar 350 kilometer di timur laut Jeddah, wilayah Madinah. Kawasan tersebut diperkirakan termasuk salah satu deposit mineral tanah jarang paling bernilai di dunia.

Diperkuat kemitraan dengan AS

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|