REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi kampus pertama di Bandung yang menyediakan fasilitas pengelolaan sampah elektronik menggunakan mesin otomatis. Melalui ByeByeBox, pengguna dapat menyerahkan perangkat elektronik kecil yang sudah tidak digunakan dan memperoleh bonus kuota internet berdasarkan berat sampah yang dikumpulkan.
Pengguna dapat membawa perangkat elektronik kecil yang sudah tidak digunakan, kemudian mengikuti petunjuk pada layar ByeByeBox. Perangkat akan dipindai dan divalidasi menggunakan kamera serta teknologi AI, kemudian ditimbang secara otomatis dan tercatat dalam sistem Remind.
Sampah elektronik yang terkumpul selanjutnya diproses melalui pendekatan pemulihan material dan pengelolaan yang lebih bertanggung jawab. Material yang masih memiliki nilai dikembalikan ke dalam siklus pemanfaatan sesuai prinsip ekonomi sirkular.
Founder & CEO Remind, platform pengelolaan sampah elektronik, Muhammad Dzikri Ahira Soefihara mengatakan, pihaknya mengembangkan aplikasi ByeByeBox untuk membuat pengolahan sampah elektronik lebih mudah diakses dan terukur. Keberadaan fasilitas tersebut juga membantu proses pengumpulan, pencatatan, dan pemulihan material.
“Perangkat elektronik yang tidak lagi digunakan masih dapat memiliki nilai dalam siklus pemanfaatan berikutnya,” ucap dia, Senin (14/9/2026).
Sementara itu, Direktur and Chief Regulatory Officer XL SMART Merza Fachys mengatakan, pertumbuhan konektivitas dan teknologi digital harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab dalam mengelola dampak lingkungan. Pihaknya ingin membuat pengelolaan sampah elektronik menjadi lebih mudah, dekat, dan relevan bagi generasi muda.
Ia mengatakan program tersebut bagian dari upaya membangun ekosistem digital yang semakin bertanggung jawab dan berkelanjutan, serta memperkuat implementasi ESG and Sustainability.
Merza mengatakan, pengelolaan sampah elektronik di ITB dinilai secara independen oleh CDP dan Fitch Ratings ESG. Program berlangsung pada 14–28 September 2026 dan ditargetkan mengumpulkan 600 kilogram sampah elektronik.
Pengguna XL, AXIS, dan Smartfren dapat memperoleh bonus kuota utama berdasarkan berat sampah elektronik yang dikumpulkan. Bonus yang diberikan sebesar 500 MB untuk sampah di bawah 1 kilogram, 1 GB untuk 1–2 kilogram, dan 1,5 GB untuk lebih dari 2 kilogram, dengan masa berlaku satu hari.
Program tersebut melibatkan kolaborasi lintas sektor antara XL SMART, Remind, Ikatan Mahasiswa Metalurgi ITB, Institut Teknologi Bandung, GSMA, serta Bappenas.

2 hours ago
3















































