US Peti mati tentara AS yang tewas terbunuh dalam perang Iran saat tiba di Pangkalan Udara Dover di Dover, Delaware, AS, Rabu (22/7/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran menguras persediaan amunisi, merusak peralatan militer, serta menekan rantai pasokan pertahanan AS.
Laporan terbaru Pentagon mengungkap besarnya biaya langsung yang harus ditanggung Washington.
Seiring berlanjutnya perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, biaya militer langsung yang harus ditanggung AS semakin terungkap.
Penggunaan amunisi dalam jumlah besar, kerusakan peralatan militer, serta serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer telah menimbulkan tekanan terhadap persediaan senjata dan rantai pasokan pertahanan Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan terbaru Kantor Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan AS (Pentagon), perang yang dimulai pada 28 Februari menyebabkan kekurangan amunisi dan munculnya berbagai hambatan dalam rantai pasokan.
Pada saat yang sama, pemerintahan Presiden Donald Trump berupaya mengganti persenjataan yang telah digunakan selama perang.
Menurut laporan yang dikutip situs NBC News, dikutip Aljazeera, Selasa (15/9/2026), dokumen tersebut mencakup periode sejak awal perang pada 28 Februari hingga 30 Juni.
Laporan itu mengungkapkan bahwa Kementerian Pertahanan AS tengah mempercepat proses pengadaan, mempersingkat waktu produksi, serta menimbun bahan, komponen, dan amunisi penting agar dapat merespons keadaan darurat dengan cepat.

4 hours ago
7















































