RS Sardjito Siap Buka Prodi Kedokteran Nuklir, Cetak Dokter Spesialis

5 hours ago 5

RS Sardjito Siap Buka Prodi Kedokteran Nuklir, Cetak Dokter Spesialis Dokter dan pasien. - Ilustrasi - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta berencana membuka Program Studi (Prodi) Kedokteran Nuklir sebagai bagian dari upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di Indonesia. Program tersebut akan dikembangkan melalui skema Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU).

Rencana pembukaan program pendidikan tersebut telah memasuki tahap awal setelah tim dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Kolegium Kedokteran Nuklir Indonesia melakukan visitasi lapangan untuk menilai kesiapan fasilitas dan sistem pendidikan di rumah sakit tersebut.

Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito, Romaniyanto, mengatakan pengembangan RSPPU telah dirancang melalui roadmap pendidikan yang melibatkan kerja sama lintas institusi serta jejaring rumah sakit.

“Pembukaan program studi baru dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari ketersediaan sumber daya manusia, jumlah dan variasi kasus klinis, hingga dukungan sarana dan prasarana pendidikan,” kata Romaniyanto, Selasa (10/3/2026).

Dalam kegiatan visitasi tersebut, tim penilai melakukan serangkaian evaluasi, termasuk wawancara dengan pengelola institusi serta peninjauan langsung fasilitas yang akan digunakan untuk mendukung proses pendidikan dan pelatihan klinis.

Romaniyanto menjelaskan, setelah tahap perencanaan, program studi akan diajukan kepada kolegium profesi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, serta universitas pengampu untuk menjalani proses evaluasi dan pendampingan.

Selain itu, rumah sakit juga harus memenuhi standar yang tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/57/2026 mengenai pedoman penetapan rumah sakit pendidikan penyelenggara utama.

“Setelah visitasi, tahap selanjutnya adalah pengesahan program studi hingga proses akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan sebelum program bisa membuka penerimaan peserta didik,” ujarnya.

Dalam konsep pendidikan yang dirancang, universitas akan berperan sebagai pusat akademik yang bertanggung jawab atas pengembangan kurikulum, penelitian, serta evaluasi akademik. Sementara itu, rumah sakit menjadi pusat pelatihan klinis bagi peserta didik untuk memperoleh pengalaman langsung menangani pasien di bawah supervisi dokter spesialis dan konsultan.

Untuk mendukung program tersebut, RSUP Dr. Sardjito juga menyiapkan tenaga pembimbing, penguji, serta penilai dari kalangan dokter spesialis dan konsultan yang aktif dalam pelayanan klinis.

Penilaian kompetensi peserta didik nantinya dilakukan melalui evaluasi klinis serta metode workplace-based assessment, yaitu sistem penilaian langsung terhadap praktik kerja klinis peserta didik di lingkungan pelayanan kesehatan.

Selain memperkuat sumber daya manusia, rumah sakit juga tengah mengembangkan sejumlah fasilitas pendidikan terintegrasi, seperti Educational Hub dan Inpatient Medical and Academic Center (InMAC).

Fasilitas tersebut dirancang untuk mengintegrasikan layanan kesehatan, pendidikan, serta penelitian dalam satu ekosistem rumah sakit akademik modern.

"Pembangunan fasilitas itu ditargetkan mulai dimanfaatkan pada pertengahan 2026, sehingga diharapkan semakin memperkuat peran RSUP Dr. Sardjito sebagai rumah sakit pendidikan nasional sekaligus pusat pengembangan dokter spesialis di Indonesia," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|