REPUBLIKA.CO.ID, VIZAG -- Pada 4 Maret 2026, kapal Angkatan Laut (AL) Iran IRIS Dena tenggelam di perairan selatan Sri Lanka setelah mengirimkan panggilan darurat pada Subuh. Kapal perang fregat tersebut sudah dikonfirmasi tenggelam setelah dihajar torpedo kapal selam Amerika Serikat (AS).
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sri Lanka, Vijitha Herath, mengatakan, fregat IRIS Dena tenggelam sekitar 40 kilometer (km) di selatan pantai Sri Lanka, dekat Galle. Unit AL dan Angkatan Udara (AU) Sri Lanka meluncurkan operasi penyelamatan dan mengevakuasi para pelaut yang terluka. Para pejabat mengindikasikan kemungkinan serangan kapal selam sementara operasi pencarian terus dilakukan untuk awak kapal yang hilang.
Menteri Perang AS Pete Hegseth membenarkan, AL AS (US Navy) berada di balik serangan mematikan terhadap fregat Iran. Tercatat korban tewas dari AL Iran mencapai 80 orang. "Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional," kata Hegseth dilaporkan The Guardian.
Dalam catatan Republika, IRIS Dena berada di perairan dekat Sri Lanka setelah mengikut Latihan Bersama (Latma) MILAN 2026 dan The International Fleet Review (IFR) 2026 di Kota Visakhapatnam alias Vizag, negara bagian Andhra Pradesh, India pada Februari lalu. Republika juga hadir dalam acara yang dihelat Angkatan Laut (AL) India atau Indian Navy tersebut.
Dalam acara parade kapal yang dihadiri Presiden India Droupadi Murmu pada Rabu (18/2/2026), IRIS Dena termasuk yang ikut berjejer di Perairan Vizag. Republika juga berkesempatan melihat salah satu kapal perang Iran, yang sebenarnya usianya juga terbilang tua.
Usai mengikuti parade kapal pada siang hari, Republika menuju Vizag Port Area pada sore hari. AL India mengadakan demonstrasi Deep Submergence Rescue Vehicle (DSRV) di hadapan delegasi AL berbagai negara.
Republika turut menyaksikan kehadiran Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Iran Laksamana Muda (Laksda) Shahram Irani. Hanya didampingi satu staf, ia hadir dalam acara simulasi penyelamatan kru kapal selam yang tenggelam di laut oleh AL India.
Dalam acara itu, AL India menunjukkan kemampuan peralatan yang menampilkan kemampuan pencarian dan penyelamatan bawah air tingkat lanjut, termasuk pengerahan cepat dan penyambungan dengan kapal selam yang mengalami kesulitan. Latihan-latihan ini, yang sering dilakukan dari kapal INS Nistar, menyoroti kemampuan untuk menemukan, mendaratkan, dan menyelamatkan personel dari kapal selam.
Demonstrasi di depan perwakilan AL dari puluhan negara dilakukan, untuk menunjukkan kemampuan India yang sudah bisa menciptakan peralatan 'astronot dalam lautan'. Teknologi kendaraan untuk operasi penyelamatan, khususnya awak kapal selam ini, dioperasikan dari jarak jauh (ROV) dan teknologi sonar untuk menemukan sasaran, serta dapat menyelamatkan hingga 24 personel per perjalanan.

1 hour ago
1

















































