Woven City, Laboratorium Mobilitas Masa Depan Berbasis AI yang Dikembangkan Toyota

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO – Di kaki Gunung Fuji, Jepang, sebuah kota dibangun bukan sekadar untuk ditinggali, melainkan untuk menjadi laboratorium raksasa. Toyota Woven City namanya, menjadi ruang di mana mobilitas masa depan diaplikasikan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan Kakezan di Susono, Prefektur Shizuoka, Jepang, para distributor Toyota dari berbagai negara diajak melihat lebih dekat bagaimana kota ini berfungsi sebagai test course for mobility. Di sini, teknologi seperti kendaraan otonom, personal mobility, hingga sistem lalu lintas cerdas diuji dalam satu ekosistem yang menyatukan manusia, kendaraan, dan infrastruktur.

Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor Takuya Yokohama menyebut Woven City sebagai ruang hidup sekaligus laboratorium. "Toyota Woven City berfungsi sebagai rumah bagi penduduk dan peneliti kelas dunia yang diberi kesempatan mengembangkan berbagai teknologi mobilitas masa depan seperti mobil otonom, personal mobility, hingga infrastruktur lalu lintas," kata Takuya dalam keterangan resminya, Jumat (24/4/2026).

Ia menjelaskan, kota ini menjadi tempat bagi peneliti dan penghuni untuk mengembangkan teknologi mobilitas secara langsung dalam aktivitas harian. Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan pengujian yang terintegrasi sehingga potensi inovasi dapat dimaksimalkan.

Konsep kota ini bertumpu pada empat pilar utama, yakni manusia, barang, informasi, dan energi. Seluruhnya saling terhubung melalui jaringan data dan sensor. Energi kota dipasok dari teknologi fuel cell berbasis hidrogen, serupa dengan yang digunakan pada model Toyota Mirai.

Woven City pertama kali diperkenalkan pada ajang Consumer Electronics Show 2020. Tahap awal pengembangannya mencakup area sekitar 50.000 meter persegi, dengan rencana ekspansi hingga lebih dari 700.000 meter persegi. Saat ini, kota tersebut dihuni ratusan orang yang terdiri atas peneliti dan karyawan, dengan target populasi mencapai sekitar 2.000 orang.

Para penghuni memiliki peran berbeda. Ada “Inventor” yang mengembangkan teknologi, serta “Weaver” yang menjadi pengguna sekaligus pemberi umpan balik. Interaksi keduanya menjadi bagian penting dalam proses pengujian, karena inovasi tidak berhenti di laboratorium, melainkan diuji dalam situasi nyata.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|