Setelah Gejolak Berhari-hari, IHSG Akhirnya Bangkit

8 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (10/6/2026) sore ditutup menguat seiring investor memberikan apresiasi atas kebijakan yang telah ditetapkan dalam menghadapi gejolak pasar keuangan di dalam negeri.

IHSG ditutup menguat 155,73 poin atau 2,71 persen ke posisi 5.902,38. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 20,16 poin atau 3,54 persen ke posisi 589,48.

Rebound IHSG berlanjut antara lain didukung oleh koreksi harga minyak mentah dunia serta penguatan nilai tukar rupiah. Selain itu, investor domestik mengapresiasi mulai adanya respons pemerintah dalam menghadapi gejolak pasar modal Indonesia,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Dari dalam negeri, IHSG melanjutkan penguatan seiring respons positif pelaku pasar terhadap kebijakan domestik yang ditetapkan terkait pasar modal dan moneter.

Pada Selasa (9/6), telah dilakukan pembahasan antara DPR RI, Danantara Indonesia, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BPJS, serta asuransi BUMN mengenai rencana program buyback (pembelian kembali) saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps) BUMN.

Pada hari yang sama, Bank Indonesia (BI) menaikkan tingkat suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) ke level 5,50 persen melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan.

Kenaikan BI Rate memberikan dampak terhadap kurs rupiah yang menguat 114,00 poin atau 0,63 persen ke posisi Rp 17.944 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (11/6).

Sementara itu, dari mancanegara, bursa kawasan Asia melemah akibat tensi geopolitik setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan bela diri terhadap Iran sebagai tanggapan atas jatuhnya helikopter AS.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa balasan. Hal itu meningkatkan kekhawatiran atas ketidakstabilan regional yang lebih luas dan mendorong harga minyak lebih tinggi.

Harga energi global yang tinggi akibat konflik regional memicu kekhawatiran tentang inflasi dan kemungkinan kenaikan suku bunga bank sentral. Di sisi lain, pasar juga menunggu data inflasi AS terbaru untuk memperoleh sinyal baru mengenai prospek kebijakan The Fed atau Federal Reserve.

Dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh atau sebelas sektor menguat, dipimpin sektor transportasi dan logistik yang naik 4,43 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor properti yang masing-masing naik 3,57 persen dan 3,17 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu BABY, KBLV, FOLK, ASLI, dan LCKM. Sementara saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni TPIA, APIC, ARKO, GMTD, dan KJEN.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.105.109 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 46,67 miliar lembar saham senilai Rp 31,72 triliun. Sebanyak 571 saham naik, 148 saham menurun, dan 96 saham tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 1,66 persen ke 64.330,00, indeks Shanghai melemah 0,42 persen ke 3.993,23, indeks Hang Seng melemah 0,64 persen ke 24.407,96, dan indeks Strait Times melemah 1,28 persen ke 4.958,85.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|