Transjabodetabek Jadi Beban Subsidi, Pramono: Alhamdulillah Kalau Ada yang Mau Patungan

4 hours ago 4

Gubernur Jakarta Pramono Anung meresmikan Transjabodetabek rute SH2 (Blok M-Bandara Soekarno-Hatta) di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana melakukan penyesuaian tarif Transjabodetabek dalam waktu dekat. Hal itu dikarenakan layanan transportasi umum ke daerah penyangga ibu kota itu makin membebani APBD Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, selama ini hanya Pemprov DKI Jakarta yang memberikan subsidi untuk layanan tersebut. Padahal, semestinya ada juga subsidi yang diberikan pemerintah daerah penyangga Jakarta.

"Ya kalau ada yang mau ikut apa, patungan, ya saya Alhamdulillah banget, tetapi kan memang mereka merasa bahwa ini kan kebutuhan Jakarta," kata dia di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

Ia menegaskan, layanan Transjabodetabek sebenarnya untuk mendukung transportasi umum di wilayah aglomerasi. Artinya, layanan itu bukan hanya untuk kebutuhan Jakarta, melainkan juga untuk warga dari daerah penyangga.

"Sebenarnya bukan kebutuhan Jakarta, ini kebutuhan bersama sebagai aglomerasi," ujar Pramono.

Meski begitu, ia tak mau berdebat untuk urusan itu. Ia menyatakan, Pemprov DKI Jakarta akan berupaya untuk memperbaiki layanan transportasi di Jakarta, termasuk ke wilayah penyangga.

"Saya tidak mau berdebat urusan ada atau tidak yang berkontribusi, tapi yang jelas bahwa persoalan transportasi Jakarta dan daerah pendukungnya atau penyangga ini kita tangani secara lebih baik," kata dia.

Diketahui, saat ini terdapat 18 rute Transjabodetabek yang beroperasi saat ini. Dari 18 rute itu, besaran subsidi yang diberikan Pemprov DKI Jakarta mencapai Rp 401 miliar untuk tahun anggaran 2026, atau sekitar 10 persen dari total subsidi yang diberikan untuk layanan Transjakarta sebesar Rp 4,1 triliun. 

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|