Aragchi Bertolak ke Islamabad, Perundingan AS-Iran Berlanjut?

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan bertolak ke ibu kota Islamabad pada Jumat malam bersama delegasi terbatas. Langkah ini dinilai sebagai sinyal penting menuju kemungkinan dibukanya kembali jalur perundingan langsung dengan Amerika Serikat guna meredakan konflik yang terus memanas.

Sejumlah pejabat senior di Islamabad mengonfirmasi perkembangan tersebut pada Aljazirah, menyusul rangkaian komunikasi intensif antara Araghchi dan para pemimpin Pakistan pada hari yang sama. Meski demikian, kantor berita resmi Iran, IRNA, menyebutkan bahwa kunjungan ini bersifat bilateral, yakni untuk membahas isu-isu dengan otoritas Pakistan, bukan untuk pertemuan langsung dengan pihak AS. Setelah dari Islamabad, Araghchi dijadwalkan melanjutkan lawatan ke Moskow dan Muscat.

Di balik agenda resmi tersebut, sumber di Pakistan mengungkap adanya “peluang besar terjadinya terobosan” antara Washington dan Teheran, setelah beberapa hari terakhir diwarnai eskalasi ketegangan di Selat Hormuz—jalur vital perdagangan energi global.

Sebelumnya, delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance sempat dijadwalkan tiba di Islamabad untuk melanjutkan pembicaraan. Namun Iran menunda keikutsertaannya dengan alasan blokade laut yang diberlakukan AS di pelabuhan-pelabuhan Iran. Kebijakan tersebut diumumkan Presiden Donald Trump pada 13 April, hanya dua hari setelah perundingan putaran pertama berakhir tanpa kesepakatan.

Sejak saat itu, prospek dialog lanjutan diliputi ketidakpastian. Teheran bersikeras bahwa pencabutan blokade menjadi prasyarat utama untuk kembali ke meja perundingan. Sementara Washington hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan melonggarkan kebijakan tersebut, meskipun Iran sempat mengisyaratkan kesiapan membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz.

Situasi di kawasan itu pun memanas. Dalam beberapa hari terakhir, terjadi insiden penyitaan kapal oleh kedua belah pihak, yang semakin meningkatkan risiko konflik terbuka. Hingga pertengahan pekan, belum ada kepastian mengenai kelanjutan perundingan putaran kedua.

Perkembangan mulai menunjukkan dinamika baru pada Jumat pagi, ketika Araghchi melakukan pembicaraan via telepon dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar. Dalam komunikasi tersebut, Dar menekankan pentingnya kesinambungan dialog, sementara Araghchi mengapresiasi peran Pakistan sebagai mediator yang dinilai konsisten dan konstruktif.

Laporan IRNA juga menyebut adanya komunikasi terpisah antara Araghchi dan Panglima Militer Pakistan, Asim Munir, meski hal ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas Pakistan.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|