Krisis Selat Hormuz Meluas, Somalia Ancam Blokade Kapal Israel di Bab Al-Mandeb

2 hours ago 2

Perahu nelayan di sebelah dermaga yang sedang dibangun di Pelabuhan Bosaso, di Kota Bosaso, di wilayah semi-otonom Somalia Puntland, di Teluk Aden, 22 November 2023

REPUBLIKA.CO.ID, MOGADISHU – Somalia mengancam akan memblokir kapal-kapal Israel yang menuju Selat Bab al-Mandeb di Laut Merah, persimpangan utama yang menghubungkan Terusan Suez dan Samudera Hindia. Hal ini sebagai tanggapan atas aksi Israel mengakui kemerdekaan wilayah separatis Somaliland.

The New Arab melansir pada Jumat, pengumuman tersebut disampaikan melalui duta besar Somalia untuk Ethiopia dan Uni Afrika, Abdullah Warfa. Ia mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai tanggapan atas penunjukan duta besar Israel untuk wilayah Somaliland yang memisahkan diri dari Somalia.

Warfa mengatakan Mogadishu telah melarang lewatnya kapal-kapal Israel di Teluk Aden dan pintu masuk menuju Selat Bab al-Mandeb. Selat itu adalah pintu masuk menuju Laut Merah dari selatan. ia diapit Teluk Aden di Yaman serta wilayah timur Eritrea dan utara Somalia.

Terlepas dari kecilnya kekuatan militer Somalia, para pengamat mencatat bahwa keputusan tersebut dapat memicu kembali ketegangan di Laut Merah, tempat kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran menguasai sebagian besar garis pantai Yaman di sepanjang Selat Bab al-Mandab.

Houthi sebelumnya telah memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang terkait dengan AS dan Israel di Laut Merah karena genosida yang dilakukan Israel di Gaza dan penolakannya untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk.

Ekonom Yaman Rashid al-Haddad menjelaskan kepada The New Arab bahwa Somalia tidak memerlukan kendali pesisir atau kekuatan militer yang signifikan untuk mempengaruhi pengiriman di wilayah tersebut, seperti yang ditunjukkan oleh perkembangan terkini di Teluk.

Hal ini dapat mencakup penggunaan senjata murah seperti drone, yang dapat diproduksi dengan harga relatif murah dan menimbulkan kerugian senilai jutaan dolar.

Al-Haddad menyatakan bahwa Somalia kemungkinan besar akan memberitahu negara-negara sahabat Mogadishu mengenai keputusannya, yang setidaknya dapat memperoleh dukungan tidak resmi.

Namun lokasi Somalia di Laut Merah mungkin menghalangi negara tersebut untuk melakukan blokade langsung terhadap selat Bab al-Mandeb yang strategis, di mana Yaman memiliki lebih banyak akses.

Jika Israel dan AS membalas dengan menargetkan Somalia atau berupaya mengeksploitasi situasi dengan memiliterisasi Laut Merah, al-Haddad mengatakan bahwa aliansi antara gerakan pemberontak Houthi di Yaman dan pemerintah Somalia tidak dapat dikesampingkan.

Keputusan Somalia ini bertepatan dengan pernyataan pejabat senior Houthi Mohammed al-Bukhaiti di X, di mana ia mengatakan bahwa setiap kehadiran Israel di Somalia akan menjadi target kelompoknya, yang sudah siap untuk melakukan persiapan.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|