Dokter hewan Puskeswan Sanden memeriksa kondisi sapi positif PMK di Kapanewon Srandakan, Senin (13/6/2022). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Menjelang perayaan Idul Adha 2026, kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih tercatat ratusan. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat langkah pengendalian, termasuk distribusi vaksin ke berbagai wilayah.
Data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY menunjukkan bahwa hingga April 2026 terdapat 299 kasus PMK, dengan delapan kasus kematian dan 277 hewan telah dinyatakan sembuh. Jumlah ini memang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap menjadi perhatian menjelang meningkatnya kebutuhan hewan kurban.
Kepala DPKP DIY, Eko Aris Nugroho, menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan upaya pengendalian agar penyebaran penyakit tidak meluas.
“Tahun 2026 terlaporkan 299 kasus penyakit PMK dengan delapan kematian dan 277 sudah sembuh,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Selain PMK, kasus penyakit lain seperti antraks juga sempat ditemukan pada Januari 2026 di wilayah Gunungkidul, tepatnya di Dadapayu, Semanu, dan Nglindur Kulon, Girisubo. Meski demikian, kasus tersebut telah ditangani melalui langkah pengendalian yang dilakukan oleh petugas terkait.
Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) juga masih ditemukan, dengan laporan sebanyak 10 kasus di Bantul dan satu kasus di Sleman. Pemerintah menerapkan penanganan sesuai arahan pusat, yakni pengobatan bagi hewan sakit serta vaksinasi bagi hewan sehat sebagai langkah pencegahan.
Untuk menekan penyebaran penyakit ternak, DPKP DIY bersama petugas lapangan telah melakukan berbagai upaya, mulai dari pengobatan, vaksinasi, penyemprotan disinfektan, hingga sosialisasi kepada masyarakat serta koordinasi lintas organisasi perangkat daerah.
Sebagai bagian dari strategi pengendalian, sebanyak 52.000 dosis vaksin PMK telah didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota di DIY. Jumlah tersebut setara dengan 50% dari target vaksinasi tahun ini yang mencapai 104.000 dosis. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 37.880 ekor ternak telah menerima vaksin.
Selain itu, DPKP DIY juga menyiapkan 4.000 dosis vaksin antraks dari anggaran daerah, dengan tambahan pasokan yang direncanakan datang dari pemerintah pusat. Pengawasan lalu lintas ternak pun mulai diperketat di berbagai titik menjelang periode kurban.
Masyarakat, khususnya peternak dan calon pembeli hewan kurban, diimbau untuk lebih waspada dengan memastikan kondisi kesehatan hewan serta menjaga kebersihan lingkungan kandang guna meminimalkan risiko penularan penyakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































