Presiden UEFA Aleksander Ceferin.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden UEFA Aleksander Ceferin memilih tidak menghadiri final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Spanyol di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Ahad (19/7/2026) waktu setempat. Ketidakhadirannya disebut sebagai bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan FIFA yang memicu ketegangan antara dua organisasi sepak bola terbesar di dunia.
Ceferin sebenarnya sempat hadir pada laga pembuka Piala Dunia 2026 di Mexico City yang mempertemukan tuan rumah bersama Meksiko dengan Afrika Selatan. Namun, ia memutuskan tidak bertolak ke New Jersey untuk menyaksikan partai final.
Salah satu pemicu utama ketidakhadiran Ceferin adalah keputusan FIFA yang membatalkan hukuman skorsing terhadap penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun setelah adanya intervensi Presiden AS Donald Trump, seperti dikutip dari BBC, Selasa (21/7/2026).
UEFA sebelumnya mengecam keras keputusan tersebut. Organisasi sepak bola Eropa itu menilai langkah FIFA mencederai prinsip penegakan aturan dalam sepak bola internasional.
"Ketika kepastian aturan tidak lagi dijamin oleh para penjaganya, integritas permainan dipertaruhkan dan kredibilitas kompetisi dirusak," demikian pernyataan UEFA.
Selain persoalan Balogun, Ceferin juga dikabarkan tidak sejalan dengan sejumlah perubahan yang didorong Presiden FIFA Gianni Infantino. Salah satunya adalah penyelenggaraan pertunjukan hiburan pada jeda babak pertama final Piala Dunia.

9 hours ago
5
















































