Krisis Ekonomi Pernah Melanda Madinah Awal Islam, Begini Cara Rasulullah SAW Mengatasinya

3 hours ago 2

Ilustrasi ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Hijrahnya kaum Muslimin ke Madinah menyebabkan bertambahnya beban ekonomi yang harus ditanggung oleh negara yang baru berdiri.

Karena itu, Rasulullah SAW sebagai pemimpin tertinggi mulai mengatasi krisis tersebut melalui berbagai cara dan pendekatan.

Di antaranya adalah membangun sistem persaudaraan (muakhah) antara kaum Muhajirin dan Ansar serta mendirikan ash-Shuffah yang berada di lingkungan Masjid Nabawi untuk menampung sebanyak mungkin kaum Muhajirin yang miskin.

Rasulullah SAW juga memperhatikan dan mempelajari kondisi perekonomian Madinah. Beliau melihat bahwa kekuatan ekonomi berada di tangan kaum Yahudi.

Mereka menguasai pasar perdagangan dan sumber-sumber kekayaan di Madinah, mengendalikan harga dan barang, melakukan monopoli, serta memanfaatkan kebutuhan masyarakat.

Oleh karena itu, kaum Muslimin perlu membangun pasar sendiri agar dapat bersaing dengan kaum Yahudi dalam menguasai sumber-sumber kekayaan dan perekonomian Madinah. Pasar tersebut juga diharapkan menjadi tempat tampilnya adab dan akhlak Islam yang luhur dalam dunia perdagangan.

Rasulullah SAW kemudian menentukan lokasi pasar di sebelah barat Masjid Nabawi. Beliau menandai tempat itu dengan kakinya seraya bersabda:

هذا سوقُكم، فلا ينتقصنَّ، ولا يضربنَّ عليه خراجٌ

“Ini adalah pasar kalian. Jangan dipersempit dan jangan dikenakan pajak atasnya.” (Ibnu Majah, no. 2233).

Sekjen Persatuan Ulama Islam se-Dunia, Syekh Ali Muhammad ash-Shallabi, dikutip dari laman resminya, Selasa (15/9/2026), memberikan paparan jelas tentang tema ini.

Mengutip Ahmad Ad-Darwisy dalam Ahkam as-Suq fi al-Islam, menjelaskan pada masa Rasulullah SAW, pasar tersebut berkembang menjadi tempat yang luas dan lapang. Nabi SAW memberikan perhatian serta pembinaan secara langsung terhadap pasar itu.

Beliau mengawasi dan memantaunya, menetapkan sejumlah aturan, serta mengajarkan adab-adab yang harus dijunjung tinggi.

Beliau juga membersihkannya dari berbagai bentuk transaksi jahiliah yang mengandung penipuan, ketidakjelasan, kecurangan, dan tipu daya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|