Pemkot Jogja Perkuat Talut di Enam Titik Sungai untuk Cegah Longsor

5 hours ago 4

Pemkot Jogja Perkuat Talud di Enam Titik Sungai untuk Cegah Longsor

Pengerjaan pembangunan talud di Kampung Sudagaran RT 38 RW 10, Kelurahan Kricak, Kemantren Tegalrejo, Kota Jogja. istimewa-Dokumen Pemkot Jogja\r\n

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja memperkuat talud di enam titik bantaran sungai yang tersebar di Sungai Winongo, Code, dan Gajah Wong. Program yang didanai melalui APBD Kota Jogja sebesar Rp5 miliar ini dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan talud yang berpotensi memicu longsor serta meningkatkan perlindungan kawasan permukiman menjelang musim hujan.

Penguatan talud tidak hanya dilakukan melalui perbaikan konstruksi yang telah ada, tetapi juga pembangunan talud baru di sejumlah lokasi. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan target penyelesaian yang berbeda-beda hingga November 2026 menyesuaikan kontrak masing-masing paket pekerjaan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja, Rahmawan Kurniadi, mengatakan pekerjaan yang dilakukan meliputi penggantian maupun penguatan talud yang selama ini masih menggunakan pasangan batu kali dan bronjong batu.

Struktur lama tersebut diperkuat dengan konstruksi beton bertulang yang menggunakan pondasi buis beton sehingga diharapkan memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap tekanan aliran sungai maupun potensi gerusan tanah.

"Perkuatan dilakukan pada struktur talud yang masih menggunakan pasangan batu kali. Ada juga yang masih menggunakan bronjong batu, kemudian diperkuat atau diganti dengan struktur beton bertulang yang menggunakan pondasi buis beton," katanya, Selasa (21/7/2026).

Rahmawan menjelaskan anggaran yang dialokasikan untuk penataan talud di enam lokasi tersebut mencapai sekitar Rp5 miliar yang bersumber dari APBD Kota Jogja.

Menurut dia, pekerjaan yang dilaksanakan tidak hanya berfokus pada penguatan konstruksi lama, tetapi juga pembangunan talud baru sesuai dengan kondisi di masing-masing lokasi.

Pekerjaan tersebar di tiga titik di Sungai Winongo, yakni di kawasan Pakuncen, Bener, dan Patangpuluhan. Di Pakuncen, pekerjaan saat ini telah memasuki tahap pembangunan pondasi. Adapun di Bener masih dilakukan pembersihan lokasi sebelum konstruksi dimulai, sedangkan di Patangpuluhan pembangunan pondasi juga tengah berlangsung.

Sementara itu, di Sungai Code pekerjaan dilakukan di kawasan Suryatmajan yang kini memasuki tahap pembangunan pondasi talud.

Untuk Sungai Gajah Wong, terdapat dua titik pekerjaan yang berada di kawasan Baciro dan Prenggan. Di Baciro, pembangunan telah memasuki tahap pengerjaan dinding talud, sedangkan di Prenggan masih berada pada tahap pembangunan pondasi.

Rahmawan mengatakan target penyelesaian pekerjaan di masing-masing lokasi berbeda-beda sesuai dengan ketentuan kontrak yang telah ditetapkan. Perbedaan jadwal tersebut disesuaikan dengan tingkat kompleksitas pekerjaan dan kondisi lapangan.

Pekerjaan talud di Baciro ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Selanjutnya, pembangunan talud di Suryatmajan dan Prenggan dijadwalkan selesai pada awal September 2026, sedangkan proyek di Patangpuluhan ditargetkan rampung pada akhir September 2026.

Adapun pekerjaan di Pakuncen ditargetkan selesai pada pertengahan November 2026 dan proyek di Bener dijadwalkan rampung pada akhir November 2026.

Rahmawan berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga fungsi perlindungan bantaran sungai terhadap potensi longsor dan gerusan aliran air semakin optimal sebelum memasuki musim hujan.

Penguatan talud di enam titik tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan keamanan kawasan permukiman yang berada di sekitar bantaran sungai. Dengan struktur talud yang lebih kuat, risiko kerusakan akibat aliran air maupun penurunan kualitas konstruksi dapat diminimalkan sehingga memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|