Dewan Soroti SD Negeri di Kota Jogja Kalah Bersaing dengan Swasta

5 hours ago 2

Dewan Soroti SD Negeri di Kota Jogja Kalah Bersaing dengan Swasta

Foto ilustrasi Siswa Sekolah Dasar - Foto dibuat dengan Artificial Intelligence ChatGPT

Harianjogja.com, JOGJA—Sekolah dasar (SD) negeri di Kota Jogja menghadapi tantangan untuk meningkatkan daya tarik di tengah pilihan sekolah swasta. Sorotan muncul karena terdapat orang tua dari keluarga kurang mampu yang tetap rela mengeluarkan biaya selama enam tahun agar anak mereka bersekolah di SD swasta.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Jogja, Solihul Hadi, mengatakan fenomena tersebut perlu menjadi bahan evaluasi pendidikan dasar. Menurut dia, pilihan keluarga kurang mampu terhadap sekolah swasta menunjukkan adanya pertimbangan tertentu yang membuat mereka belum menjadikan SD negeri sebagai pilihan utama.

Solihul mengatakan dirinya menemukan sejumlah anak yang bersekolah di SD swasta kemudian melanjutkan pendidikan ke SMP negeri melalui jalur afirmasi. Setelah data sosial mereka diperiksa, anak-anak tersebut tercatat dalam kelompok desil 1 hingga 3.

“Ini fakta yang harus kita akui secara jujur. Ini kelemahan yang kemudian harus kita evaluasi bersama, khususnya pendidikan di Kota Yogyakarta di tingkat sekolah dasar,” katanya, Selasa (15/9/2026).

Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti Solihul dengan mendatangi sejumlah keluarga. Dari pertemuan tersebut, dia menemukan alasan orang tua tetap memilih sekolah swasta meskipun memiliki keterbatasan ekonomi.

Menurut Solihul, sebagian orang tua memilih bekerja lebih keras untuk membiayai pendidikan anaknya di sekolah swasta. Pertimbangan tersebut berkaitan dengan penilaian mereka terhadap pendidikan agama dan pembentukan karakter yang diberikan sekolah.

“Lebih baik saya banting tulang cari uang. Walaupun saya ini orang enggak mampu, saya bersedia mencarikan uang untuk anak saya sekolah di sekolah dasar itu selama enam tahun agar mereka tidak tertinggal, khususnya kaitannya dengan agamanya,” ujarnya menirukan pernyataan orang tua siswa.

Pilihan Sekolah Swasta Dinilai Punya Alasan

Solihul menilai keputusan keluarga tersebut menunjukkan bahwa pertimbangan orang tua dalam memilih sekolah tidak semata-mata berkaitan dengan biaya. Pendidikan agama dan pembentukan karakter menjadi faktor yang dianggap penting oleh sebagian keluarga.

Setelah anak menyelesaikan pendidikan dasar di sekolah swasta, orang tua kemudian tidak keberatan ketika anak melanjutkan ke SMP negeri. Menurut Solihul, kondisi tersebut memperlihatkan adanya pola pilihan pendidikan yang perlu dicermati pemerintah dan sekolah negeri.

“Ini fenomena yang jarang orang temukan. Banyak orang yang tidak mampu menyekolahkan anaknya di swasta karena tidak mau enam tahun sekolah di sekolah negeri yang mereka lihat sangat biasa-biasa saja dan tidak ada peningkatan yang cukup signifikan menurut mereka,” katanya.

Bagi Solihul, fenomena tersebut menjadi pukulan sekaligus bahan evaluasi bagi sekolah negeri di Kota Jogja. Sekolah negeri dinilai perlu melihat kembali faktor yang membuat sebagian masyarakat lebih tertarik memilih sekolah swasta, termasuk dari sisi pendidikan agama dan karakter.

Perubahan Persepsi Sekolah Negeri dan Swasta

Solihul juga menyoroti perubahan persepsi masyarakat terhadap sekolah negeri dan swasta. Menurut dia, kondisi saat ini berbanding terbalik dengan pandangan masyarakat beberapa dekade lalu.

“Dulu sekitar 30-40 tahun yang lalu, sekolah swasta itu seperti sekolah buangan. Sekarang kebalikannya, masuk negeri dianggap biasa saja, tetapi masuk swasta dianggap keren. Ini sesuatu yang kontradiktif dan harus menjadi evaluasi,” katanya.

Perubahan tersebut menunjukkan persaingan antara sekolah negeri dan swasta tidak hanya berkaitan dengan status lembaga pendidikan. Persepsi masyarakat terhadap kualitas pendidikan, pembentukan karakter, serta kemampuan sekolah memenuhi kebutuhan anak turut menjadi pertimbangan dalam menentukan pilihan.

Bagi pendidikan dasar di Kota Jogja, fenomena keluarga kurang mampu yang bersedia membayar sekolah swasta menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan. Evaluasi terhadap daya tarik dan kualitas layanan sekolah negeri dinilai penting agar pilihan masyarakat terhadap pendidikan dasar tidak semakin bergeser.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|