Newswire Selasa, 15 September 2026 21:47 WIB

Seorang petugas tim SAR gabungan membuka pelampung hasil temuan pada Kamis (10/9/2026) yang diidentifikasi di Pos SAR Marina Carita, Pandeglang, Banten, pada Jumat (11/9/2026). Antara/Lintang Budiyanti Prameswari.\r\n
Harianjogja.com, BANTEN—Jenazah pria tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, hingga Selasa malam belum teridentifikasi sebagai bagian dari delapan orang yang hilang dalam insiden kapal cepat KM Arupadatu I di Selat Sunda.
Hasil pemeriksaan DNA dan identifikasi terhadap jenazah tersebut masih didalami. Tim SAR Banten juga terus berkoordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu untuk menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan koordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu terus dilakukan terkait temuan jenazah tersebut. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers hasil operasi pencarian hari kedelapan di Posko Utama Gabungan Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Selasa malam.
"Sore tadi kami sudah terus berkoordinasi tentang hasil tersebut dengan rekan-rekan di Kantor SAR Bengkulu, hingga saat ini masih menunggu hasil," kata Al Amrad yang juga selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR ini.
DNA Jenazah Masih Didalami
KBO Ditpolairud Polda Banten AKBP Ahmad mengonfirmasi bahwa jenazah yang ditemukan di Enggano belum teridentifikasi sebagai korban hilang dari KM Arupadatu I.
Keterangan tersebut diperoleh berdasarkan informasi dari Biddokkes dan Kabid Humas Polda Banten.
"Sama sebagaimana keterangan Kabid Humas kemarin, tidak teridentifikasi kawan kita yang sedang kita cari. Ciri-cirinya tidak ada, DNA-nya masih didalami," kata Ahmad.
Ahmad mengatakan penjelasan lebih detail mengenai bukti fisik maupun properti pakaian yang melekat pada tubuh jenazah akan disampaikan tim medis DVI yang menangani proses autopsi.
"Tim medis yang akan menjawabnya, ya," kata Ahmad menjawab pertanyaan pewarta.
Penyelarasan data DNA keluarga korban atau Antemortem dengan sampel jenazah atau Postmortem menjadi bagian penting untuk memastikan identitas jenazah tersebut.
Delapan Orang Masih Dicari
Pemeriksaan tersebut menjadi penting karena tim SAR gabungan telah melakukan pencarian selama delapan hari di wilayah pulau dan perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. Penyisiran mencakup wilayah Provinsi Banten, Lampung, dan Bengkulu sejak kapal serta para penumpangnya dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9).
Sebanyak delapan orang masih dalam pencarian. Mereka terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal.
Lima jurnalis tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.
Sementara tiga orang lainnya adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai ABK, serta Heriyanto yang merupakan pemandu.
Jenazah Ditemukan di Pesisir Enggano
Jenazah pria tanpa identitas tersebut ditemukan di pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Sabtu (12/9).
Jenazah ditemukan oleh Kantor SAR Bengkulu bersama warga setempat. Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan pesawat terbang dari Enggano menuju RS Bhayangkara Polda Bengkulu pada Senin (14/9).
Jenazah kemudian menjalani proses autopsi dan identifikasi mendalam oleh Tim DVI Biddokkes Polda Bengkulu dan Pusdokkes Polri.
Hingga Selasa malam, hasil pemeriksaan tersebut belum memastikan apakah jenazah pria tanpa identitas itu merupakan salah satu dari delapan orang yang masih dicari dalam insiden KM Arupadatu I.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































