Kebakaran Lereng Lawu Tewaskan Anak Rusa, Elang Ular Bido Terancam

1 hour ago 2

Kebakaran Lereng Lawu Tewaskan Anak Rusa, Elang Ular Bido Terancam

Kebakaran hutan pinus di lereng Lawu mengancam satwa liar. Satu anak rusa ditemukan mati, sementara sarang Elang Ular Bido selamat. /Espos.

Harianjogja.com, MAGETAN—Kebakaran area hutan pinus di lereng Gunung Lawu selama dua hari terakhir tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga mengancam satwa liar yang hidup di kawasan tersebut. Di sekitar Petak 50+A1, RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan, KPH Lawu Ds, terdapat sejumlah satwa seperti rusa, babi hutan, burung Elang Ular Bido hingga macan tutul.

Petugas Perhutani yang bersiaga di lokasi turut memantau keberadaan satwa liar di kawasan yang terdampak kebakaran. Asisten Perhutani BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk memastikan satwa tidak ikut menjadi korban kebakaran.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah sarang burung Elang Ular Bido yang berada di salah satu pohon pinus dengan ketinggian belasan meter. Sarang tersebut diduga masih digunakan oleh burung tersebut untuk berkembang biak.

Saat kebakaran berlangsung, dua ekor Elang Ular Bido terdengar terus mengeluarkan suara nyaring. Kobaran api saat itu nyaris mendekati pohon pinus yang menjadi lokasi sarang mereka.

Namun, sarang tersebut akhirnya berhasil diselamatkan setelah petugas melokalisasi pergerakan api menggunakan sekat bakar.

"Untuk sarang Elang Bidonya aman, tapi pada hari pertama kemarin ada satu ekor anak rusa yang mati akibat terjebak api. Untuk satwa lain tidak kami temukan mati," ujarnya, Selasa (15/9/2026).

Satwa Liar di Kawasan Hutan Lawu

Mulyadi mengatakan kawasan tersebut tidak hanya menjadi habitat Elang Ular Bido dan rusa. Petugas juga menemukan keberadaan babi hutan dan burung sriti di sekitar kawasan hutan.

Sementara itu, keberadaan macan tutul diketahui berdasarkan keterangan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan. Untuk satwa tersebut, petugas perlu melakukan penanganan yang berbeda apabila ditemukan berada di sekitar lokasi kebakaran.

Kondisi hutan setelah kebakaran juga mengalami perubahan. Pohon-pohon pinus yang sebelumnya tampak rindang dan hijau kini terlihat hangus akibat terdampak kobaran api.

Petugas masih melakukan pemantauan di kawasan tersebut untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali membesar. Pengawasan dilakukan setelah api dilokalisasi menggunakan sekat bakar.

Di sisi lain, petugas juga berupaya menyelamatkan satwa yang ditemukan berada di sekitar titik kebakaran. Satwa akan digiring menuju kawasan yang lebih aman dan tidak terdampak api.

"Kalau ditemukan satwa yang terjebak di lokasi kebakaran, kami upayakan untuk ditolong. Untuk macan tutul tentu penanganannya berbeda," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Espos

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|