
Ilustrasi kecelakaan/Dokumen Harian Jogja
Harianjogja.com, PONOROGO— Operasi pencarian terhadap seorang pemancing yang dilaporkan hilang di Sungai Wilangan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berakhir duka. Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (19/7/2026) siang setelah melakukan penyisiran dan penyelaman di lokasi yang diduga menjadi titik korban tenggelam.
Korban diketahui bernama Kuntarto, 34, warga Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo. Jenazah ditemukan tidak jauh dari lokasi yang diperkirakan menjadi tempat korban jatuh ke sungai sebelum dievakuasi dan diserahkan kepada kepolisian untuk pemeriksaan.
Peristiwa bermula ketika Kuntarto tidak kunjung pulang setelah pergi memancing di Sungai Wilangan. Merasa khawatir, pihak keluarga melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi yang biasa digunakan korban memancing.
Dalam pencarian tersebut, keluarga hanya menemukan sepasang sandal jepit dan sebungkus rokok yang diduga milik korban di tepi sungai. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian yang selanjutnya berkoordinasi dengan Tim SAR gabungan untuk melakukan operasi pencarian.
Komandan Tim Basarnas Pos SAR Trenggalek, Dyan Susetyo Wibowo, mengatakan pencarian dimulai sejak Minggu pagi dengan menyisir aliran Sungai Wilangan. Selain penyisiran di permukaan menggunakan peralatan SAR, tim juga melakukan penyelaman di lokasi yang dicurigai sebagai titik korban tenggelam.
"Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah dievakuasi, jenazah langsung kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan visum luar sebelum dibawa ke rumah duka," ujarnya.
Menurut Dyan, korban ditemukan di kedalaman sekitar tiga meter dari permukaan air. Proses evakuasi dilakukan oleh dua personel Basarnas yang melakukan penyelaman di dasar sungai.
Ia menjelaskan posisi korban berada sekitar empat meter dari lokasi yang diperkirakan menjadi titik awal korban terjatuh ke sungai.
"Korban ditemukan sekitar empat meter dari perkiraan titik jatuhnya ke sungai. Karena kedalaman dan kondisi dasar sungai, proses pencarian dilakukan dengan penyelaman oleh dua personel," katanya.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban dibawa ke rumah duka di Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, seusai menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Seluruh unsur Tim SAR gabungan yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing setelah memastikan seluruh rangkaian evakuasi selesai dilaksanakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































